Instran: Sebaiknya Kemenhub Bentuk BLU untuk Manfaatkan Aset di Transportasi Darat

 

Petugas memeriksa suhu tubuh dari pemudik saat tiba di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Sabtu (15/5/2021). – Antara

INSTRAN.id – Institut Studi Transportasi (Instran) mengusulkan agar Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kemenhub membentuk Badan Layanan Umum (BLU) terkait pemanfaatan aset di transportasi darat ketimbang dikerjasamakan dengan pihak swasta.

“Aset Kemenhub memang banyak, tapi pemanfaatannya secara optimal butuh kerja keras. Saya usul dibentuk BLU saja untuk mengelola aset-aset tersebut daripada dikerjasamakan dengan swasta,” kata Ketua Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas kepada Bisnis, Selasa (5/10/2021).

Dia menilai, bila aset-aset tersebut dikerjasamakan dengan swasta maka keuntungan terbesar akan dinikmati oleh para investor. Sebab, investor biasanya berminat melakukan kerja sama karena ingin mencari keuntungan dari investasi yang diberikan.

“Yang akan menikmati nantinya swasta, bukan Kemenhub,” sebutnya.

Menurutnya, terminal tipe A menjadi salah satu simpul transportasi darat yang potensial untuk dikerjasamakan dengan pihak swasta, seperti di Sukabumi.

“Yang pasti, terminal tipe A di Sukabumi sejak 2019 katanya akan dibangun oleh swasta, tapi sampai sekarang belum dimulai,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kemenhub melalui Ditjen Hubdat membuka peluang dan meyakinkan para calon investor untuk turut berinvestasi dalam pembangunan dan pengembangan simpul-simpul transportasi darat.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan bahwa para calon investor dapat ikut menanamkan modalnya dalam pengembangan terminal tipe A yang saat ini ada lebih dari 125 titik di seluruh Indonesia.

Saat ini, Kemenhub berencana mempercantik terminal penumpang dengan menjadikannya sebagai kawasan mix-used, atau bisa digunakan untuk berbagai kegiatan, mulai dari living, lifestyle, rekreasi, hingga working. Sayangnya, rencana tersebut terkendala oleh anggaran yang terbatas.

Selain itu, ada juga peluang di jembatan timbang, karena saat ini terdapat 88 jembatan timbang di Indonesia tetapi ada beberapa yang lahannya redundant dan tidak digunakan.

Selanjutnya adalah dermaga, di mana Kemenhub sudah membangun 13 dermaga di Danau Toba yang juga sangat mungkin untuk dikerjasamakan untuk dikembangkan bersama.

Lebih lanjut, Budi menuturkan bahwa para calon investor yang tertarik berinvestasi di simpul transportasi darat nantinya akan dihubungkan dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mendapatkan pendampingan.

Sumber : Bisnis.com, 5 Oktober 2021

https://ekonomi.bisnis.com/read/20211005/98/1450748/instran-sebaiknya-kemenhub-bentuk-blu-untuk-manfaatkan-aset-di-transportasi-darat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *