Profil INSTRAN

Perjalanan

Institut Studi Transportasi (INSTRAN) adalah lembaga yang memberikan perhatian khusus pada perkembangan isu-isu transportasi berkelanjutan. INSTRAN memandang bahwa kebijakan transportasi yang mengutamakan kendaraan bermotor dan pribadi serta mendiskriminasikan angkutan tidak bermotor adalah akar masalah transportasi di kota-kota Indonesia yang harus segera dipecahkan. Oleh karena itu, sejak didirikan oleh Ki Darmaningtyas pada tanggal 24 Februari 2001, INSTRAN aktif memberikan sumbagan gagasan dan aksi nyata untuk perbaikan sistem transportasi yang manusiawi, beradab, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Pada perjalanannya, INSTRAN aktif memberikan edukasi bagi keselamatan pengguna jalan, terutama pejalan kaki dan pengguna angkutan tidak bermotor.

Visi

Berperan dalam mewujudkan terciptanya sistem transportasi yang manusia, beradab, dan berkelanjutan baik di kota maupun di desa.

Misi

  1. Mendorong lahirnya kebijakan transportasi yang manusiawi, beradab, berkelanjutan, dan berperspektif gender.
  2. Mendorong terciptanya kesadaran publik akan pentingnya sistem transportasi yang manusiawi, beradab, berkelanjutan, dan berperspektif gender
  3. Mendorong pengembangan angkutan umum massal sebagai moda transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
  4. Mendorong penggunaan kembali moda transportasi tidak bermotor sebagai bagian dari sistem transportasi yang ramah lingkungan.
  5. Mengkampanyekan pejalan kaki dan keselamatan pemakai jalan.

Strategi Program

 

Dalam mewujudkan misi dan visinya, INSTRAN bekerja sama dengan multi-stakeholder mengenai masalah transportasi, misalnya, pakar, perguruan tinggi, aktivis LSM, pengguna transportasi, kelompok mandiri lainnya dan pemerintah. Sejak 2002, INSTRAN telah bekerja sama dengan ITDP (Institute for Transportation Development and Policy) di New York dalam memperkenalkan dan mensosialisasikan konsep busway, fasilitas untuk pejalan kaki, jalur sepeda, Rute Aman ke Sekolah dan memodernisasi desain becak.

Kegiatan
1. Mendokumentasikan masalah transportasi
2. Melakukan penelitian transportasi
3. Mengkampanyekan penggunaan sepeda sebagai moda transportasi, berjalan kaki dan rute aman ke sekolah
4. Mengembangkan desain becak baru yang lebih ringan dan agronomi
5. Melakukan advokasi terhadap setiap kebijakan transportasi yang tidak manusiawi, tidak beradab, tidak berkelanjutan dan tidak berorientasi gender.
6. Mendokumentasikan berita tentang kecelakaan lalu lintas dari media massa, mempelajari dampak kecelakaan lalu lintas, dan dan mengkampanyekan keselamatan pengguna jalan.

 

Logo

2001

2019

Kolaborasi

  1. MTI Jakarta
  2. ITDP Indonesia
  3. Pusat Studi Transportasi dan Logistik (PUSTRAL) UGM
  4. Yayasan Pelangi Indonesia