HARAPAN PADA MENTERI PERHUBUNGAN YANG BARU

Penempatan orang yang baru sama sekali sebagai Menteri Perhubungan memang sulit diprediksikan bagaimana arah Pembangunan sektor transportasi ke depan. Apalagi bila kita juga tidak mengenal figure yang bersangkutan secara jelas. Jadi untuk sementara saya tidak bisa memberikan penilaian. Saya hanya berharap agar Menteri Perhubungan yang akan datang mampu mempertahankan layanan transportasi yang sudah baik saat ini dan dapat meningkatkan menjadi lebih baik lagi,

Sejumlah PR besar yang tetap akan dihadapi oleh Menhub yang akan datang adalah menjaga keberlanjutan operasional kereta cepat Jakarta – Bandung, operasional LRT Palembang, Kereta Trans Sulawesi, sekaligus menyelesaikan Pembangunan jalur KA Trans Sulawesi agar sampai Makasar dan Pare-pare, Bandara Kertajati, sejumlah bandara baru yang tidak akan operasional pesawat komersial, membangun angkutan perintis, baik berbasis bus, kapal, maupun udara; menjaga kelangsungan operasional angkutan perkotaan, dan mengoreksi Kembali rencana Pembangunan kereta cepat Bandung – Surabaya yang bakal menjadi beban negara seumur hidup.

Pembangunan sektor transportasi ke depan tidak boleh hanya berfokus di Pulau Jawa saja, tapi juga daerah luar Jawa, terutama Indonesia bagian timur yang merupakan wilayah kepulauan dan infrastruktur transportasinya masih tertinggal harus mendapat prioritas.

Saya berharap penempatan seseorang menjadi Menteri Perhubungan bukan karena titipan pengusaha yang kelak akan menguntungkan usaha mereka saja, tapi betul-betul memiliki visi yang jelas untuk pelayanan.

Harus dihindari bahwa sektor transportasi menjadi sektor yang dapat dipakai untuk mempoleh keuntungan dari sekelompok orang atau golongan tertentu saja, tapi mampu memperjuangkan agar sektor transportasi mampu menjadi layanan wajib dasar sehingga semua Pemda memperhatikan Pembangunan sektor transportasi public. Menteri Perhubungan yang akan datang Bersama-sama dengan Menteri Dalam Negeri harus mampu mendorong semua Pemda membangun layanan transportasi public yang berkeselamatan, aman, nyaman, dan terjangkau sehingga dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

 

Ki Darmaningtyas, Ketua INSTRAN (Inisiatif Strategis untuk Transportasi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *