Instran.id – Program Mudik Gratis dari Bali menuju Jawa Timur perlu segera diperluas jangkauannya mulai tahun 2027. Langkah ini sangat krusial untuk meningkatkan keselamatan jalan dan memberikan alternatif transportasi yang lebih manusiawi bagi para pekerja.
Kemacetan parah sepanjang 45 km menuju Pelabuhan Gilimanuk dipicu oleh pertemuan arus mudik Lebaran dan arus keluar Bali menjelang Nyepi. Lonjakan volume kendaraan yang ekstrem tersebut membuat akses menuju pelabuhan menjadi sulit dikendalikan.
Sistem akses masuk ke moda penyeberangan saat ini dinilai masih terlalu terbuka bagi kendaraan yang belum memiliki tiket. Akibatnya, kendaraan menumpuk di pelabuhan tanpa adanya kode reservasi yang jelas untuk mengatur alur masuk.
Terbatasnya kapasitas dermaga menjadi kendala utama meskipun jumlah armada kapal telah ditambah oleh operator. Ketimpangan ini semakin nyata karena kehadiran jalan tol mempercepat arus kendaraan, sementara infrastruktur dermaga belum berkembang seimbang.
Dermaga kini menjadi titik sumbat utama karena kapal harus mengantre lama untuk sekadar bersandar. Keterlambatan ini memicu efek domino yang membuat barisan antrean meluber hingga menutup akses jalan nasional.
Pola kedatangan kendaraan yang tidak terjadwal turut memperparah penumpukan di area pelabuhan. Kendaraan cenderung datang secara bersamaan dalam waktu singkat sehingga beban infrastruktur melonjak melampaui kapasitas normal.
Jalan nasional akhirnya beralih fungsi menjadi area penyangga darurat ketika kantong parkir pelabuhan sudah penuh. Kondisi ini mengubah jalur transportasi utama menjadi tempat parkir raksasa yang memicu kemacetan panjang tak berujung.
Persoalan mendasar terletak pada sistem kedatangan yang belum tertata dan minimnya pembangunan dermaga baru. Tanpa adanya penambahan kualitas dermaga, ruas jalan menuju pelabuhan akan terus terbebani setiap musim mudik tiba.
Solusi terintegrasi mencakup penambahan kapasitas dermaga yang seimbang dengan jumlah armada kapal yang beroperasi. Pemerintah juga perlu memperbaiki manajemen kedatangan melalui penerapan sistem tiket daring secara disiplin dan menyeluruh.
Penyediaan zona penyangga yang memadai di luar area pelabuhan sangat dibutuhkan untuk mengatur arus kendaraan. Hal ini bertujuan agar antrean tidak lagi meluber ke jalan nasional dan mengganggu aktivitas ekonomi lainnya.
Kondisi berbeda terlihat di Pelabuhan Merak yang terpantau relatif sepi pada arus mudik Lebaran tahun 2026. Pergeseran titik kepadatan ini menunjukkan adanya ketimpangan distribusi arus antara jalur Sumatera dan jalur Bali.

Pelabuhan Merak yang dikhususkan untuk penumpang belum difungsikan secara maksimal meski memiliki kapasitas infrastruktur yang besar. Sangat disayangkan potensi dermaga mumpuni di sana tidak beroperasi optimal saat jalur lain mengalami kelumpuhan.
Sementara itu, Pelabuhan Ciwandan kini tampil dengan fasilitas yang lebih baik bagi pemudik sepeda motor. Meskipun infrastruktur telah nyaman, konsentrasi pemudik pada malam hari tetap memicu antrean rutin di gerbang masuk.
Ketersediaan kapal berkapasitas besar di Ciwandan terbukti efektif mempercepat proses pemuatan kendaraan ke dalam palka. Pengalihan rute ke Pelabuhan Panjang juga menjadi solusi cadangan yang ampuh saat Bakauheni mencapai titik jenuh.
Lintasan Jawa–Sumatera memiliki fleksibilitas tinggi karena memiliki banyak pilihan pelabuhan alternatif bagi pengguna jasa. Sebaliknya, lintasan Jawa–Bali sangat berisiko karena hanya mengandalkan poros tunggal antara Ketapang dan Gilimanuk.
Penerapan tarif tiket tunggal sejak 2025 terbukti ampuh melancarkan arus kendaraan di lintas Merak–Bakauheni. Penumpang kini tidak lagi terpaku pada satu jenis kapal sehingga sumbatan di area parkir dapat terurai.
Akar masalah keselamatan mudik sebenarnya terletak pada hancurnya layanan transportasi umum hingga ke tingkat pedesaan. Dana Desa yang melimpah belum diarahkan secara maksimal untuk memperkuat sistem angkutan lokal bagi masyarakat.
Masyarakat akhirnya terpaksa menggunakan sepeda motor yang berisiko tinggi karena tidak ada pilihan transportasi umum. Perluasan Program Mudik Gratis dari Bali menjadi kebutuhan mendesak untuk melindungi pekerja dan mengurangi ketergantungan kendaraan pribadi.
