Mudik 2026 dan Meningkatnya Penggunaan Transportasi Umum

Instran.id – MINAT masyarakat Indonesia untuk menggunakan layanan transportasi umum pada saat mudik terus meningkat. Hal ini bisa dilihat dari meningkatnya jumlah pengguna transportasi umum pada penyelenggaraan mudik 2026 kali ini.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Kemenhub), tahun ini pengguna transportasi umum mencapai 9.047.233 orang dari periode H-8 hingga H-2. Angka ini meningkat sebanyak 10,79 persen dibandingkan tahun 2025 lalu.

Ketua Harian Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu Kementerian Perhubungan Tahun 2026, Lollan Panjaitan, mengatakan peningkatan terjadi untuk semua moda transportasi. Baik kereta api, bus, pesawat maupun penyeberangan.

Untuk moda transportasi kereta api misalnya, jumlahnya menyentuh angka 2.669.314 orang. Angka ini naik 14,05 persen dari tahun 2025 pada periode yang sama sebanyak 2.340.509 orang.

Sementara angkutan udara totalnya mencapai 1.982.987 orang dengan rincian penerbangan domestik 1.601.543 orang dan internasional 381.444 orang. Angkanya naik 5,18 persen dari tahun 2025 pada periode yang sama sebanyak 1.885.266 orang.

“Sedangkan pengguna angkutan laut jumlahnya mencapai 739.724 orang. Angka ini naik 6,48 dibandingkan tahun 2025 pada periode yang sama sebanyak 694.702 orang,” katanya.

Untuk sektor penyeberangan tercatat ada 2.259.469 orang melakukan penyeberangan tahun ini. Angka ini menunjukkan adanya kenaikan 15,54 persen dari tahun sebelumnya pada periode yang sama sebanyak 1.955.508 orang.

“Adapun jalur darat menggunakan bus dan travel tercatat sebanyak 1.395.739 orang dengan rincian bus 1.316.038 orang dan travel sebanyak 79.701 orang. Angka ini naik naik 8,18 dibandingkan tahun 2025 lalu pada periode yang sama sebanyak 1.290.185 orang,” ujarnya.

 

Program Mudik Gratis Tingkatkan Penggunaan Angkutan Umum

Meningkatnya, penggunaan angkutan umum pada mudik kali ini juga tidak lepas dari digalakkannya program mudik gratis oleh pemerintah. Didukung pula dengan sektor atau unit usaha di luar pemerintah.

Menurut Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, mengatakan tahun ini pemerintah melalui BUMN melibatkan 96 perusahaan dalam program mudik gratis. Adapun cakupan program ini mencapai 200 kota dan kabupaten tujuan.

Realisasi peserta bahkan mencapai 116.688 pemudik atau 112,2 persen dari target. Hal ini mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap program tersebut.

Menurut Awaluddin, program ini dirancang sebagai bagian dari strategi menekan penggunaan kendaraan pribadi. Khususnya sepeda motor, yang selama ini mendominasi arus mudik.

“Program ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor pada perjalanan jarak jauh. Sehingga dapat mendukung peningkatan keselamatan lalu lintas selama periode Lebaran,” ujarnya.

 

Angka Kecelakaan Lalu Lintas Mudik Menurun

Penggunaan kendaraan umum pada mudik lebaran kali ini nampaknya juga ikut memengaruhi angka kecelakaan lalu lintas mudik. Berdasarkan data Operasi Ketupat 2026 jumlah kecelakaan turun 3,23 persen dibandingkan pada tahun 2025 lalu.

Kepala Kepolisian RI, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan, bukan hanya angka kecelakaan saja yang turun. Jumlah korban meninggal dalam kecelakaan juga turun 24,61 persen.

“Untuk tahun ini terjadi penurunan angka kecelakaan termasuk juga jumlah korban meninggal dunia. Kami menghimbau kepada seluruh pemudik untuk tetap mengutamakan keselamatan,” katanya.

Tingkat Ketepatan Waktu Angkutan Umum Terjaga

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Ernita Titis Dewi, mengatakan kondisi operasional angkutan umum secara umum tetap terjaga. Ini bisa dilihat dari Tingkat ketepatan waktu (on time performance/OTP) pada 17 Maret 2026 (H-4).

Untuk kereta api OTP mencapai 95,9 persen untuk kereta api antar kota. Sedangkan OTP kereta api perkotaan regional mencapai 81,81 persen.

Sementara OTP untuk angkutan udara domestik mencapai 70,45 persen. Adapun OTP untuk angkutan udara internasional mencapai 95,82 persen.

Adapun untuk angkutan laut 95,09 persen untuk penyeberangan. Dan 71,92 persen angkutan jalan.

“On Time Performance untuk angkutan umum secara umum terjaga pada tahun ini. Menunjukan secara umum kondisi penggunaan angkutan umum tetap terjaga,” katanya.

 

Tujuan Favorit Pemudik

Meningkatnya penggunaan transportasi umum pada mudik 2026 juga bisa dilihat dari trend pengguna angkutan di sejumlah terminal. Salah satunya Terminal Kampung Rambutan di Jakarta Timur.

Berdasarkan data Terminal Kampung Rambutan terdapat 8.110 pemudik tercatat melakukan perjalanan mudik 2026 via Terminal Kampung Rambutan. Yaitu dari mulai tanggal 11-15 Maret 2026.

Menurut Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain ada beberapa daerah menjadi favorit tujuan pemudik. Untuk daerah Jawa Timur tujuan favorit penumpang yaitu Malang, Surabaya sementara Jawa Tengah tujuan favorit antara lain, Tegal, Purwokerto, Cilacap dan Pekalongan.

“Sedangkan untuk Jawa Barat tujuan favorit ada Banjar, Tasikmalaya, Garut dan Cianjur. Sementara untuk daerah Sumatera yang jadi favorit itu Padang dan Palembang,” katanya.

Sedangkan di Terminal Induk Kota Bekasi jumlah penumpang dari H-8 hingga H-3 tercatat mencapai 11.371 penumpang. Dengan puncak kepadatan terjadi pada H-3 mencapai 3.686 penumpang.

Komandan Regu Piket Terminal Induk Kota Bekasi, Eksin Sasosno, mengatakan ada beberapa daerah favorit pemudik. Salah satunya, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Sumatera.

“Untuk Jawa Tengah itu ada Pemalang, Purwokerto, Tegal dan Pekalongan. Jawa Barat didominasi Tasik, Kuningan, Cirebon sementara tujuan Sumatera yang banyak ke Padang,” ujarnya mengakhiri pembicaraan.

Sementara salah seorang pemudik asal Lampung, Heni Mutiara, menjelaskan ia dan suami selalu mudik setiap satu tahun sekali. Sebab hanya pada momen tersebut ia bisa berjumpa dengan keluarga di daerah Pemalang, Jawa Tengah.

Menurutnya, meskipun jarak tempuh jauh dan menelan biaya yang tidak murah hal itu tidak jadi soal. Sebab yang paling penting baginya adalah momen berkumpul dengan keluarga di Idulfitri.

“Kita pasti mudik karena kita bisa pulang setahun cuma sekali. Ya seru ajah bisa kumpul sama keluarga meskipun harus jauh-jauh dari Lampung ke Jawa Tengah,” ujarnya, saat ditemui di Terminal Induk Kota Bekasi.

 

Sumber: https://rri.co.id/indepth/10784/mudik-2026-dan-meningkatnya-penggunaan-transportasi-umum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *