Konektivitas Antarmoda Semakin Kuat, Perjalanan Masyarakat Jabodetabek Terhubung Lebih Luas

Triwulan I 2026: LRT Jabodebek 7,75 Juta, Commuter Line Jabodebek 87,98 Juta, Commuter Line Basoetta 634 Ribu, dan Whoosh 1,40 Juta Pelanggan, Seluruhnya Meningkat

 

Instran.id – Mobilitas masyarakat di wilayah perkotaan terus berkembang seiring kebutuhan perjalanan yang semakin beragam. Transportasi berbasis rel hadir sebagai penghubung antarwilayah sekaligus antarmoda, sehingga perjalanan terasa lebih terintegrasi dari titik awal hingga tujuan akhir.

KAI Group terus memperkuat konektivitas tersebut melalui integrasi layanan kereta api antarmoda di berbagai simpul strategis. LRT Jabodebek terhubung langsung dengan layanan kereta cepat Whoosh di Stasiun Halim, menghadirkan perjalanan yang tersambung antara kawasan perkotaan dan lintas kota dengan waktu tempuh yang lebih efisien.

Konektivitas juga terbangun di dalam jaringan perkotaan. Stasiun LRT Cawang dan Cikoko terhubung dengan Commuter Line, sementara kawasan Dukuh Atas menjadi simpul integrasi yang mempertemukan LRT dan KRL dalam satu kawasan. Keterhubungan ini memudahkan masyarakat berpindah moda dalam satu perjalanan yang berkelanjutan.

Di sisi lain, akses menuju bandara juga semakin terintegrasi. Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta terhubung dengan KRL Commuter Line melalui stasiun Manggarai, BNI City, Duri, dan Batuceper. Koneksi ini membuka pilihan perjalanan menuju bandara yang lebih fleksibel dari berbagai titik di Jabodetabek.

Penguatan konektivitas tersebut tercermin dari peningkatan volume pelanggan di berbagai layanan. Pada Triwulan I 2026, LRT Jabodebek melayani 7.754.946 pelanggan, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 6.351.283 pelanggan atau tumbuh 22,10%. Pertumbuhan juga terlihat pada layanan Whoosh yang melayani 1.408.815 pelanggan pada Triwulan I 2026, meningkat dari 1.353.760 pelanggan pada Triwulan I 2025 atau naik 4,07%.

Sementara itu, Commuter Line Jabodebek melayani 87.979.372 pelanggan pada Triwulan I 2026, meningkat dari 82.114.334 pelanggan pada Triwulan I 2025 atau tumbuh 7,14%. Volume ini menjadi penopang utama mobilitas harian masyarakat di kawasan perkotaan.

Untuk layanan menuju bandara, Commuter Line Basoetta mencatat 634.921 pelanggan pada Triwulan I 2026, meningkat dibandingkan 517.166 pelanggan pada Triwulan I 2025 atau tumbuh 22,77%. Peningkatan ini memperlihatkan semakin kuatnya peran transportasi rel dalam mendukung perjalanan menuju bandara.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan bahwa integrasi antarmoda menjadi bagian penting dalam menghadirkan perjalanan yang lebih terhubung bagi masyarakat.

“Konektivitas yang terbangun antar layanan membuat perjalanan terasa lebih efisien. Setiap simpul transportasi saling melengkapi, sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam merencanakan perjalanan,” ujar Anne.

 

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/5529493/konektivitas-antarmoda-semakin-kuat-perjalanan-masyarakat-jabodetabek-terhubung-lebih-luas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *