Komisi II DPRD Jabar: Bandara Kertajati harus Jadi Penggerak Ekonomi

Instran.id – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Budiwanto mendorong optimalisasi Bandara Internasional Kertajati Majalengka menjadi penggerak utama perekonomian daerah di wilayah Jawa Barat.

“Bandara Kertajati ini adalah mercusuar Jawa Barat. Jangan sampai hanya menjadi ikon tanpa aktivitas. Jadi, harus menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi, terutama dari sektor jasa angkutan udara dan konektivitas logistik,” kata Budiwanto di Karawang, Minggu.

Legislator daerah pemilihan Karawang-Purwakarta ini menilai Bandara Kertajati yang dibangun di atas lahan sekitar 1.800 hektare bukan sekadar infrastruktur transportasi, tetapi juga simbol kemajuan dan gerbang ekonomi Jawa Barat di masa depan.

Namun, ada beragam kendala yang saat ini dihadapi Bandara Kertajati, mulai dari keterbatasan rute penerbangan hingga rendahnya okupansi penumpang. Hal tersebut tidak boleh dijadikan alasan stagnasi. Sebaliknya, harus menjadi tantangan bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membangun kolaborasi yang lebih luas.

Ia mendorong sinergisitas antara pemerintah daerah dengan maskapai penerbangan, baik BUMN maupun swasta, serta investor strategis untuk mengembangkan model bisnis bandara yang lebih adaptif.

“Jadi, tidak bisa berdiri sendiri. Harus ada kolaborasi multipihak, termasuk membuka peluang investasi. Pemerintah tidak harus selalu menjadi pemain utama dalam pembiayaan,” katanya.

Secara strategis, Bandara Kertajati memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi pusat logistik udara (air cargo hub) sekaligus pusat perawatan pesawat (Maintenance, Repair, and Overhaul/MRO).

Posisi geografisnya yang berada di kawasan industri Jawa Barat bagian timur serta relatif dekat dengan pelabuhan dan kawasan manufaktur menjadi nilai tambah tersendiri.

Budiwanto menyebutkan peran Bandara Kertajati sebagai bandara penyangga bagi Bandar Udara Soekarno-Hatta sangat potensial, terutama untuk distribusi beban penerbangan dan logistik nasional.

“Ke depan, Bandara Kertajati harus disiapkan menjadi bandara nasional dan internasional secara bertahap, bukan hanya alternatif, tetapi juga pelengkap strategis,” kata dia.

Salah satu faktor krusial yang disoroti adalah aksesibilitas menuju bandara. Saat ini, keberadaan Tol Cisumdawu memangkas waktu tempuh dari Bandung menjadi sekitar 1,5 hingga 2 jam. Namun, masih perlu ditingkatkan agar lebih kompetitif.

Ia menargetkan waktu tempuh Bandung–Kertajati bisa ditekan hingga maksimal satu jam melalui integrasi moda transportasi.

“Harus ada sistem pendukung seperti travel bandara, kereta cepat atau moda transportasi massal lainnya. Konsumen harus bisa mengakses bandara dengan cepat, nyaman, dan pasti,” ujarnya.

Budiwanto menegaskan bahwa keberhasilan bandara tidak hanya diukur dari jumlah penerbangan, tetapi juga dampaknya terhadap sektor lain, seperti pariwisata dan investasi.

“Kunci keberhasilan Bandara Kertajati terletak pada keberanian mengambil langkah inovatif dan membangun kolaborasi lintas sektor,” katanya.

 

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/5542741/komisi-ii-dprd-jabar-bandara-kertajati-harus-jadi-penggerak-ekonomi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *