Jumlah pelanggan tumbuh 14,78 persen dan memperkuat peran kereta bandara sebagai moda transportasi yang efisien, tepat waktu, dan bebas hambatan lalu lintas menuju pusat Kota Jakarta.
Instran.id – Bagi banyak masyarakat, Senin pagi menjadi awal dari berbagai aktivitas penting. Pekerja berangkat menuju kantor, pelaku usaha menjalankan bisnis, sementara wisatawan dan pengguna jasa penerbangan melanjutkan perjalanan ke berbagai tujuan. Dalam situasi tersebut, kepastian waktu perjalanan menjadi kebutuhan yang semakin penting, terutama bagi masyarakat yang bepergian dari dan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat jumlah pelanggan Commuter Line Basoetta pada periode Januari hingga Mei 2026 mencapai 1.013.574 pelanggan. Angka tersebut meningkat 14,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 883.065 pelanggan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan Commuter Line Basoetta sebagai pilihan transportasi yang mampu memberikan kepastian perjalanan di tengah padatnya mobilitas kawasan Jakarta dan sekitarnya.
“Mobilitas masyarakat terus meningkat dan kebutuhan terhadap transportasi yang dapat diandalkan semakin besar. Commuter Line Basoetta hadir sebagai pilihan perjalanan yang membantu pelanggan mengatur waktu dengan lebih baik, baik untuk bekerja, berbisnis, maupun melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat,” ujar Anne.
Commuter Line Basoetta menghubungkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan pusat Kota Jakarta melalui enam stasiun pemberhentian, yaitu Bandara Soekarno-Hatta, Batu Ceper, Rawa Buaya, Duri, BNI City, dan Manggarai. Layanan ini memudahkan pelanggan untuk melanjutkan perjalanan ke berbagai kawasan bisnis, pusat pemerintahan, kawasan komersial, hingga jaringan transportasi perkotaan lainnya.
Peran layanan ini semakin penting mengingat Bandara Internasional Soekarno-Hatta merupakan gerbang udara utama Indonesia. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, bandara ini melayani 34,76 juta penumpang dan 229 ribu pergerakan pesawat sepanjang tahun 2025. Bandara Soekarno-Hatta juga menjadi pusat penerbangan domestik dan internasional yang menghubungkan Indonesia dengan berbagai kota di dalam maupun luar negeri.
Tingginya aktivitas penerbangan tersebut menjadikan kebutuhan akan transportasi lanjutan yang efisien semakin relevan. Dengan jalur perjalanan yang terpisah dari kepadatan lalu lintas jalan raya, Commuter Line Basoetta memberikan alternatif mobilitas yang lebih terukur bagi masyarakat. Pelanggan dapat memperkirakan waktu keberangkatan dan kedatangan dengan lebih baik sehingga perjalanan menuju pusat kota maupun menuju bandara dapat berlangsung lebih nyaman.
KAI terus melakukan berbagai upaya peningkatan layanan guna menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang. Penguatan kualitas pelayanan, peningkatan kenyamanan di stasiun dan selama perjalanan, pengembangan integrasi antarmoda, serta pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian dari langkah berkelanjutan yang dilakukan perusahaan.
Anne menambahkan bahwa transportasi publik yang andal memiliki kontribusi penting dalam mendukung produktivitas masyarakat dan kelancaran aktivitas ekonomi perkotaan.
“Setiap menit memiliki nilai bagi masyarakat yang beraktivitas. Karena itu, KAI terus berupaya menghadirkan layanan yang membantu pelanggan melakukan perjalanan dengan lebih pasti, nyaman, dan efisien. Kami berharap Commuter Line Basoetta dapat terus menjadi pilihan masyarakat untuk menghubungkan bandara dengan pusat Kota Jakarta,” tutup Anne.
