Instran.id — Pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas menjadi langkah strategis Pemprov DKI Jakarta dalam memperkuat integrasi transportasi publik.
Kawasan ini akan menghubungkan enam moda transportasi, termasuk LRT Jabodebek, LRT Jakarta, MRT, TransJakarta, Kereta Bandara, dan JakLingko, sehingga memudahkan perpindahan penumpang sekaligus mendukung pengembangan jaringan LRT Jakarta hingga Dukuh Atas.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan Pedestrian Deck Dukuh Atas akan menjadi simpul penting yang mengintegrasikan berbagai layanan transportasi publik.
“Pedestrian Dukuh Atas itu akan menghubungkan enam moda, yaitu dua LRT, LRT oleh pemerintah pusat (LRT Jabodebek) dan LRT oleh pemerintah Jakarta (LRT Jakarta), MRT, TransJakarta, kereta bandara, JakLingko, dan sebagainya yang internal. Jadi, ada enam moda yang terkoneksikan,” kata Pramono saat ditemui di kawasan Kota Tua, Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (29/6/2026).
Selain pembangunan pedestrian deck, Pemprov DKI juga menyiapkan perpanjangan jalur LRT Jakarta dari Manggarai menuju Dukuh Atas.
Pramono menargetkan proyek tersebut rampung pada akhir 2028 atau paling lambat 2029.
Menurutnya, pembangunan jalur baru itu dapat segera dimulai karena tidak memerlukan pembebasan lahan. Pendanaannya pun telah disiapkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Sekarang ini anggarannya sudah dipersiapkan di APBD yang sekarang, sehingga bisa langsung dikerjakan mulai dari Manggarai sampai dengan Dukuh Atas,” ujarnya.
Saat ini, LRT Jakarta fase 1 telah beroperasi sepanjang sekitar 5,2 kilometer dengan enam stasiun, yakni Pegangsaan Dua, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, dan Velodrome.
Setelah lintas Velodrome–Manggarai selesai dibangun, jaringan LRT Jakarta akan memiliki panjang sekitar 12,2 kilometer dengan total 11 stasiun.
Perpanjangan dari Manggarai menuju Dukuh Atas akan menambah lintasan sekitar dua kilometer sehingga total panjang jalur menjadi sekitar 14,5 kilometer.
Pramono menyebut pembangunan lintas Velodrome–Manggarai menelan biaya sekitar Rp12,5 triliun.
Dengan tambahan jalur menuju Dukuh Atas, konektivitas transportasi di pusat Jakarta diharapkan semakin optimal.
