1,24 Juta Tiket Diskon Libur Sekolah Telah Dipesan, KAI Catat Okupansi Kumulatif Capai 105,75%

Stimulus 30% dari Pemerintah melalui DJKA Kemenhub membantu masyarakat mengatur biaya perjalanan, memperluas mobilitas, serta menghidupkan perjalanan menuju kota pendidikan, wisata, aglomerasi, dan pusat aktivitas ekonomi

Instran.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat program Diskon Transportasi 30% masa libur sekolah 2026 terus mendapat respons tinggi dari masyarakat. Hingga 2 Juli 2026 pukul 10.00 WIB, volume kumulatif tiket diskon telah mencapai 1.242.114 atau 105,75% dari kapasitas kumulatif 1.174.624 tempat duduk.

Capaian okupansi di atas 100% tersebut merupakan okupansi kumulatif. Kondisi ini dapat terjadi karena pola perjalanan kereta api bersifat fleksibel. Pelanggan naik dan turun di berbagai stasiun sepanjang perjalanan, sehingga satu tempat duduk dapat melayani pelanggan berbeda pada segmen perjalanan yang berbeda.

Periode perjalanan program Diskon Transportasi 30% berlangsung hingga 5 Juli 2026. Pelanggan dapat memantau ketersediaan tiket secara berkala melalui aplikasi Access by KAI. Program ini menjadi bagian dari stimulus Pemerintah untuk membantu masyarakat mengatur biaya perjalanan pada masa libur sekolah, menjaga daya beli, serta mendukung aktivitas ekonomi di berbagai daerah yang terhubung layanan kereta api.

Kebijakan tersebut sebelumnya disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai bagian dari stimulus Pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendukung aktivitas ekonomi. Dalam keterangan resminya, Airlangga menyampaikan, “Untuk moda transportasi kereta api, diberikan potongan tarif sebesar 30 persen dari harga tiket untuk periode perjalanan 20 Juni–5 Juli 2026.”

Dalam pelaksanaannya di sektor perkeretaapian, KAI berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan atau DJKA Kemenhub untuk menghadirkan layanan diskon kepada pelanggan sesuai periode yang telah ditetapkan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, tingginya pemesanan tiket diskon menunjukkan bahwa stimulus transportasi memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Program ini membantu keluarga merencanakan liburan, pelajar dan mahasiswa melakukan perjalanan, serta masyarakat mengakses kota-kota tujuan pendidikan, wisata, aglomerasi, dan pusat aktivitas ekonomi dengan biaya yang lebih ringan.

“Program Diskon Transportasi 30% memberi ruang bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan libur sekolah dengan lebih hemat. Okupansi kumulatif yang melampaui 100% menunjukkan bahwa kursi kereta api termanfaatkan secara optimal sepanjang lintas perjalanan. Banyak pelanggan naik dan turun di stasiun yang berbeda, sehingga layanan ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dalam satu periode perjalanan,” ujar Anne.

Anne menjelaskan, puncak volume tiket diskon terjadi pada 28 Juni 2026 sebanyak 90.366 pelanggan. Setelah itu disusul 27 Juni sebanyak 87.175 pelanggan, 26 Juni sebanyak 85.397 pelanggan, 21 Juni sebanyak 82.061 pelanggan, dan 29 Juni sebanyak 81.890 pelanggan.

Berdasarkan rekapitulasi volume pelanggan per 2 Juli 2026 pukul 09.00 WIB, total pelanggan pada periode keberangkatan 20 Juni s.d. 5 Juli 2026 tercatat 3.164.814 pelanggan. Jumlah tersebut terdiri atas 1.240.358 pelanggan diskon transportasi dan 1.924.456 pelanggan non-diskon. Porsi pelanggan diskon transportasi mencapai 39,2% dari total pelanggan pada periode tersebut.

Jika dibandingkan dengan periode libur sekolah 2025, volume pelanggan diskon transportasi 2026 telah mencapai 106% dari tahun sebelumnya. Sementara total pelanggan seluruh kategori tercatat 95% dibandingkan periode 2025 yang mencapai 3.326.281 pelanggan.

Pada rentang 20 Juni–2 Juli 2026, volume pelanggan diskon secara konsisten berada di atas capaian tanggal pembanding tahun 2025. Kenaikan tertinggi terjadi pada 28 Juni 2026, saat volume pelanggan diskon mencapai 124% dibandingkan periode libur sekolah 2025.

“Data ini memperlihatkan bahwa stimulus transportasi menjadi bagian penting dari perencanaan perjalanan masyarakat. Pelanggan dapat memilih tanggal keberangkatan, menyesuaikan tujuan, dan menggunakan kereta api untuk perjalanan yang lebih terencana,” kata Anne.

KAI mencatat lima stasiun keberangkatan tertinggi pada periode tersebut, yaitu Stasiun Pasar Senen sebanyak 134.988 pelanggan, Stasiun Yogyakarta 84.951 pelanggan, Stasiun Semarang Poncol 63.182 pelanggan, Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng 61.189 pelanggan, dan Stasiun Surabaya Pasarturi 49.507 pelanggan.

Untuk stasiun tujuan, posisi tertinggi ditempati Stasiun Pasar Senen sebanyak 126.728 pelanggan, Stasiun Yogyakarta 86.269 pelanggan, Stasiun Semarang Poncol 61.730 pelanggan, Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng 60.776 pelanggan, dan Stasiun Surabaya Pasarturi 52.348 pelanggan.

Relasi dengan volume tertinggi memperlihatkan kuatnya perjalanan antara Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Solo, dan Surabaya. Lima relasi teratas yaitu Lempuyangan–Pasar Senen sebanyak 17.718 pelanggan, Pasar Senen–Lempuyangan 16.918 pelanggan, Surabaya Gubeng–Yogyakarta 15.100 pelanggan, Pasar Senen–Yogyakarta 14.935 pelanggan, serta Solo Balapan–Semarang Tawang Bank Jateng 14.891 pelanggan.

Menurut Anne, pola tersebut menunjukkan bahwa libur sekolah memiliki karakter perjalanan yang luas. Sebagian pelanggan melakukan perjalanan antarkota jarak jauh, sementara sebagian lainnya menggunakan layanan aglomerasi dan antarkota menengah untuk liburan singkat, mengunjungi keluarga, mengakses pendidikan, hingga menuju kota wisata.

Dari sisi layanan, lima KA dengan volume tertinggi pada periode tersebut adalah KA Joglosemarkerto sebanyak 64.284 pelanggan, KA Ambarawa Ekspres 63.732 pelanggan, KA Pangrango 48.539 pelanggan, KA Kaligung 47.010 pelanggan, dan KA Kamandaka 45.031 pelanggan.

Masuknya KA Joglosemarkerto, Ambarawa Ekspres, Pangrango, Kaligung, dan Kamandaka dalam daftar volume tertinggi memperlihatkan bahwa manfaat stimulus menjangkau perjalanan harian dan menengah di banyak daerah. Layanan tersebut menghubungkan kota-kota yang dekat dengan aktivitas pendidikan, wisata keluarga, perdagangan, pekerjaan, dan kunjungan antarkerabat.

“Setiap perjalanan pelanggan juga berkaitan dengan aktivitas di sekitarnya. Ada keluarga yang berlibur, pelajar dan mahasiswa yang bepergian, pelanggan yang mengunjungi kerabat, serta masyarakat yang menuju kota-kota dengan aktivitas ekonomi dan wisata. Di titik-titik tersebut, stasiun menjadi ruang pertemuan mobilitas dan ekonomi lokal,” ujar Anne.

Dari sisi arah perjalanan berdasarkan nomor KA, volume pelanggan KA ganjil tercatat lebih tinggi dibanding KA genap. Selama periode 20 Juni s.d. 5 Juli 2026, KA ganjil mencatat 669.451 pelanggan atau sekitar 53,9%, sedangkan KA genap mencatat 572.663 pelanggan atau sekitar 46,1%. Volume tertinggi KA ganjil terjadi pada 28 Juni 2026 sebanyak 48.014 pelanggan, sementara volume tertinggi KA genap juga terjadi pada tanggal yang sama sebanyak 42.352 pelanggan.

KAI mengimbau pelanggan yang telah memiliki tiket untuk memastikan kembali jadwal keberangkatan, data identitas, serta ketentuan perjalanan melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi kai.id, dan kanal resmi lainnya. Pelanggan juga diminta tiba di stasiun lebih awal agar proses boarding berjalan lancar.

“KAI berterima kasih atas kepercayaan masyarakat yang memilih kereta api selama masa libur sekolah. Melalui dukungan stimulus dari Pemerintah dan kolaborasi bersama DJKA Kemenhub, KAI akan terus menghadirkan layanan yang aman, nyaman, tertib, dan mudah diakses oleh pelanggan,” tutup Anne.

 

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/5631843/124-juta-tiket-diskon-libur-sekolah-telah-dipesan-kai-catat-okupansi-kumulatif-capai-10575

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *