Terminal Tirtonadi dilengkapi dengan Hall yang dapat Berfungsi Sebagai Ruang Publik

Keberadaan Terminal Tirtonadi yang dilengkapi dengan hall yang dapat berfungsi sebagai ruang public merupakan wajah baru pengembangan terminal bus di Indonesia. Jika selama ini terminal hanya berfungsi sebagai tempat untuk menurunkan/menurunkan penumpang, maka dengan konsep baru tersebut menjadikan terminal sebagai ruang public. Orang kelak datang ke terminal tidak hanya untuk naik bus saja, tapi juga bisa melakukan kerja di terminal karena ada co-working space , bisa melakukan olah raga, bisa merasakan kuliner, atau juga bisa melakukan/nontot pentas seni. Jadi fungsi terminal menjadi multi fungsi. Ini suatu revolusi berfikir dalam penyelenggaraan terminal.

Bagi Kementerian Perhubungan, dengan menjadikan terminal sebagai multi fungsi, bisa menggali sumber-sumber pendanaan dari masyarakat (pendapatan negara bukan pajak) sehingga dapat mengurangi beban APBN. Di sisi ain suasana terminal juga menjadi meriah. Selama ini ramai/tidaknya terminal amat tergantung pada ramai/tidaknya penumpang. Tapi ke depan tidak berpengaruh. Sebaliknya, kedatangan orang-orang yang akan melakukan aktivitas lain justru dapat turut meramaikan busnya karena mungkin ada orang dari luar daerah yang ingin datang ke Terminal Tirtonadi karena ingin melihat konser seni, dan mereka datang dengan mengggunakan bus umum.

Ki Darmaningtyas, Ketua INSTRAN (Intitut Studi Transportasi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *