Biskita Trans Pakuan, Pilot Project Angkutan Umum Bersubsidi Di Jabodetabek

 

Kepala BPTJ Pola B.Pramesti (foto: screenshot)_BisnisNews.id

INSTRAN.id – Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) sejak tahun 2019 telah mengupayakan adanya dukungan subsidi dari pemerintah pusat untuk pembenahan transportasi perkotaan di wilayah Bodetabek.

Namun, upaya tersebut baru dapat terealisasi tahun 2021 dengan bentuk skema Buy The Service (BTS). “Khusus di wilayah Jabodetabek, baru teralisir tahun ini dengan pilot project Kota Bogor, Jawa Barat. Kota Bogor dipilih karena sudah memenuhi syarat, didukung DPRD serta pelaku usaha terkait, khususnya pengusaha angkota yang selama ini beroperasi di Kota Bogor,”

Demikian disampaikan Kepala BPTJ Pola B.Pramesti pada webinar “Mengenal Layanan Biskita Trans Pakuan” Selasa (23/11/2021).

Polana B Pramesti menyatakan subsidi angkutan umum merupakan solusi bagi pengembangan angkutan umum massal dengan standar pelayanan yang memadai.

“Realisasi pemberian subsidi diwujudkan dalam bentuk skema Buy The Service (BTS) agar masyarakat mendapat layanan angkutan umum yang sesuai standar,” kata Polana lagi.

Melalui skema BTS, pembelian layanan kepada operator dimaksudkan agar masyarakat memperoleh pelayanan angkutan umum penumpang yang sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM).

“Kita membeli layanan berdasarkan biaya operasional kendaraan. Sementara itu operator juga tidak akan pusing mengejar target pendapatan, karena akan dibayar sesuai standar atau kontrak yang dikerjasamakan,” ujar mantan Dirjen Hubud itu.

Lebih lanjut, Polana juga mengungkapkan, operator penyelenggara layanan BTS ditentukan melalui proses lelang. Tentunya dengan syarat dan ketentuan ketat, dengan tetap mengedepankan asepk keselamatan, keamanan dan kenyamanan berkendara.

Kemudian, aku Polana, BPTJ tetap melakukan monitoring dan evaluasi melalui pemanfaatan teknologi untuk menjamin pelayanan berjalan sesuai standar yang ditetapkan.

“Pelayanan, monitoring, sampai evaluasi kita lakukan secara digital setiap saat untuk memastikan bahwa standar pelayanan minimalnya harus tercapai,” tandas Polana.

Kota Satelit Dengan Mobilitas Tinggi
Sementara pengemat transportasi dan Ketua Intrans Ki Darmaningtyas menyambut gembira pengoperasikan bus rapit transit (BRT) di Kota Bogor, dengan brand Biskita Trans Pakuan. “Kota Bogor salah satu kota satelit Jakarta dengan tingkat pergerakan atau mobilitas warga yang tinggi. Sekitar 70% penumpang KRL juga berasal dari selatan yaitu Bogor dan sekitarnya,” kata dia.

Menurut Tyas, sapaan akrab dia, hadirnya Biskita Trans Pakuan diharapkan bisa menjadi solusi angkutan bagi warga Kota Bogor atau mereka yang datang ke kota berhawa sejuk ini. Selain itu, Bogor juga menjadi destinasi wisata. Salah satu indikasinya, kalau akhir pekan penunpang angkutan umum khususnya Biskota Trans Pakuan justru tinggi.

“Kota Bogor menjadi sangat strategis apalagi saat ini Presiden Jokowi juga tinggal di Istana Bogor. Apapun yang terjadi di Bogor termasuk di sektor transportasi akan mendapat perhaian luas termasuk media mainstream,” jelas Tyas,

Biskita Trans Pakuan ini adalah satu inovasi yang sangat bagus dan layak dikembangkan daerah lain di Indonesia. “Terus maju BRT Biskita Trans Pakuan, ini saatnya kita beralih menggunakan angkutan umum agar tidak macet, dan menecah polusi makin parah,” tegas Tyas.

Sumber : BisnisNews, 23 November 2021

https://bisnisnews.id/detail/berita/biskita-trans-pakuan-pilot-project-angkutan-umum-bersubsidi-di-jabodetabek-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *