Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menekankan kepada masyarakat agar tak ragu menggunakan TransJakarta, karena telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
INSTRAN.id – TransJakarta merupakan salah satu moda transportasi massal yang menjadi favorit masyarakat Jakarta. Buktinya, per tanggal 1 Desember 2021, TransJakarta mencatatkan jumlah pelanggan sebanyak 505.434 per harinya. Meski demikian, masih ada sebagian masyarakat yang masih khawatir menaiki TransJakarta dengan alasan kesehatan, terlebih di masa pandemi.
Terkait hal ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menekankan kepada masyarakat agar tak ragu menggunakan TransJakarta, karena telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Penerapannya termasuk pengukuran suhu tubuh, pelaksanaan 5M, dan scan barcode Peduli Lindungi.
“Sebagian masyarakat memang mungkin masih ada yang ragu menggunakan transportasi umum, masalah keamanan kenyamanan dan kesehatan menjadi beberapa faktor utamanya. Namun tentang kenyamanan dan keamanan menggunakan TransJakarta, itu tidak usah diragukan karena kita didukung oleh penerapan prokes yang baik dan tepat. Bagi penumpang yang di atas 12 tahun, sementara anak yang di bawah 12 tahun itu kami wajibkan didampingi orang tua,” kata Riza, Selasa (11/1).
TransJakarta sendiri juga beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, disiplin, dan bertanggung jawab. Di antaranya seperti kewajiban menggunakan masker, tidak hanya petugas, tapi juga seluruh pelanggan.
Masyarakat juga diwajibkan melakukan pengukuran suhu tubuh sebelum memasuki halte, dan menunjukkan bukti telah melakukan vaksinasi. Selain itu, pelanggan juga dilarang melakukan percakapan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui telepon seluler selama berada di dalam bus.
“Jadi ini sudah kita lakukan, juga sudah dicetak, maupun aplikasi Peduli Lindungi dan JAKI. Dengan protokol kesehatan kami harapkan pelanggan bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman. Serta menggunakan transportasi publik khususnya TransJakarta,” tambah Riza.
Pengetatan aturan prokes dilakukan TransJakarta di seluruh area baik di halte maupun di dalam bus yang dilakukan adalah hasil evaluasi dari banyaknya masyarakat yang melanggar prokes ketika menggunakan layanan transportasi publik, khususnya TransJakarta. Biasanya, pelanggaran-pelanggaran tersebut terjadi pada saat jam-jam sibuk.
Seperti yang kita ketahui, sejak Oktober tahun 2021 lalu, TransJakarta melakukan pencopotan tanda jarak aman di halte dan di dalam bus. Dengan kata lain, bus Transjakarta mulai menerapkan pengangkutan 100 persen penumpang sebagai tindak lanjut dari Keputusan Gubernur Nomor 1245 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 2 Covid-19 dan Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Nomor 441 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Pembatasan Kapasitas Angkut dan Waktu Operasional Sarana Transportasi pada Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 2 Covid-19.
Namun, pelanggaran prokes terjadi bukan karena kurangnya pengawasan oleh petugas di lapangan, melainkan karena masyarakat yang abai akan kesehatan dirinya sendiri dan orang lain. TransJakarta selalu berupaya menerapkan standar prokes yang ketat dalam semua layanan. Namun, tidak bisa dipungkiri, masih ada masyarakat yang belum melaksanakan protokol kesehatan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Jika ada pelanggaran prokes, pihak TransJakarta telah meminta semua petugas untuk selalu mengingatkan. Terlebih, terdapat voice announcer yang dipersiapkan di dalam bus untuk mengingatkan aturan prokes yang berlaku secara berkala.
Ke depannya, TransJakarta akan terus melakukan evaluasi tekait penerapan prokes pada semua area TransJakarta. Salah satu upaya yang telah terlaksana adalah dengan menyesuaikan jumlah handgrip dengan kursi sesuai Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta tentang Pembatasan Pelanggan di Dalam Armada TransJakarta. Selain itu, Transjakarta juga menambah Petugas Layanan Bus (PLB), serta akan berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP DKI Jakarta. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir menaiki TransJakarta.
“Jadi Bapak, Ibu, semua warga Jakarta, tidak usah ragu dan tidak usah khawatir. Jumlah kapasitasnya pun sudah kita atur, berikut protokol kesehatannya. Kita juga selalu rutin bersihkan busnya, haltenya, stasiun, dan lain sebagainya. Bahkan di setiap bus itu sudah ada air purifier. Jadi dipastikan setiap bus itu terjaga suhunya, udaranya, kebersihannya, dan kesehatannya supaya terbebas dari pandemi Covid-19,” pungkas Riza.(*)
Sumber : Tempo.co, 23 Februari 2022
https://nasional.tempo.co/read/1563882/jangan-ragu-naik-transjakarta/full&view=ok
