Halte Palmerah Tak Lagi Bau Pesing, tapi Pejalan Kaki Keluhkan JPO Tak Ramah Lansia

Foto: Kompas.com

 

Instran.id – Aroma pesing atau bekas kencing akibat perbuatan orang-orang tak bertanggung jawab disebut sering tercium di halte dekat Stasiun Palmerah, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Berdasarkan pantauan Kompas.com pada Kamis (10/11/2022) siang, di halte sisi barat stasiun yang bernama Halte Pasar Palmerah tidak tercium aroma pesing.

Namun, saat angin berembus, aroma pesing sedikit tercium, meski samar-samar bercampur aroma yang khas tercium saat hujan turun. Seperti diketahui, saat Kompas.com meninjau lokasi tersebut, hujan sempat turun sebentar.

Sementara itu, di halte sisi timur stasiun, Halte Stasiun Palmerah, yang berdekatan dengan kompleks DPR/MPR RI, tidak ada aroma pesing sama sekali. Di sana tidak juga terlihat ada sampah berserakan.

 

Situasi Halte Pasar Palmerah di dekat Stasiun Palmerah, Jakarta Pusat, Kamis (10/11/2022).(KOMPAS.com/MITA AMALIA HAPSARI)

 

Saat itu penumpang transjakarta maupun pejalan kaki yang datang dari jembatan penyeberangan orang tampak berlalu lalang.

L (63), salah satu pejalan kaki yang kerap melintas di halte tersebut, juga mengaku tidak mencium aroma pesing saat melintas di sana.

“Saya sudah lebih dari 40 tahun lewat sini, dulu kerja di DPR RI. Setiap pagi dan sore kami lewat sini. Enggak mencium bau pesing sih untungnya,” kata L.

Ia justru mengeluhkan keramaian halte pada pagi hari.

“Keluhan saya di sini itu tiap pagi banyak orang berdiri nutupin jalan orang. Kalau di bagian depan kan untuk penumpang transjakarta, kalau di belakang seharusnya buat pejalan kaki ke arah selatan, tapi ini ketutupan orang pada berdiri,” keluh L.

Sementara itu, untuk Halte Pasar Palmerah, L mengeluhkan visual yang terlihat kumuh, meskipun ia tidak mencium aroma tak sedap.

“Kalau yang di sebelah sana saya enggak pernah nyium bau juga. Tapi memang di sana terlihat agak kumuh dengan sampah-sampah yang di pojok-pojokan. Terus masih banyak pedagang kaki lima. Kalau bisa pedagangnya jangan digusur, tapi direlokasi,” kata L.

Pejalan kaki lainnya, R (64), yang juga kerap melintas di sana, justru mengeluhkan akses bagi lansia.

“Saya lewat sini dari halte masih berantakan sampai sudah rapi. Saya lewat enggak ada masalah bau sih,” kata R yang juga pensiunan pegawai DPR/MPR RI.

“Masalahnya cuma satu, saran ada lift atau eskalator buat lansia seperti kami ini. Karena berat juga untuk naik tangga tinggi sekali,” imbuh R.

R bahkan pernah melihat seorang kakek kesulitan menaiki tangga.

“Saya juga pernah lihat, kakek-kakek sudah stroke naik tangga, kesulitan. Sementara JPO ini kan titik sibuk dari naik kereta, naik transjakarta, ada yang menyeberang ke DPR maupun penyambung Palmerah dan ke arah Senayan,” pungkas R.

 

Sumber: https://megapolitan.kompas.com/read/2022/11/10/16321831/halte-palmerah-tak-lagi-bau-pesing-tapi-pejalan-kaki-keluhkan-jpo-tak?page=1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *