Dinas Bina Marga DKI Jakarta saat ini merampungkan pembangunan jalan layang non-tol atau JLNT yang menghubungkan Tol Dalam Kota dan pintu timur Jakarta International Stadium atau JIS di Jakarta Utara. Pembangunan JLNT merupakan proyek lanjutan pembukaan akses jalan dari Jalan Danau Bisma menuju JIS yang sudah dilaksanakan sejak tahun lalu.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho, Rabu (8/2/2023), mengatakan, akses menuju JIS memang belum sepenuhnya rampung. Menurut dia, pihaknya membutuhkan waktu dua tahun untuk penganggaran dan perencanaan.
Terdapat empat paket pengerjaan dalam pembangunan jalan layang non-tol dan setiap paketnya diperkirakan menelan anggaran mulai Rp 8 miliar hingga Rp 10 miliar. Selain akses jalan, pihaknya juga akan membuat taman dan trotoar di pintu keluar JIS.
Selain itu, Dinas Bina Marga juga tengah menyelesaikan pembangunan jalan keluar (off ramp) dari Tol Pelabuhan atau harbour road (HBR) menuju JIS di Kelurahan Papanggo. Pengerjaan konstruksi off ramp yang dijadwalkan sejak tahun lalu ini ditargetkan rampung tahun ini.
Konstruksi ramp off ini diharapkan dapat menambah akses dan lalu lintas menuju JIS. Nantinya, jalan tersebut akan menghubungkan jalur tol kemudian turun melalui Jalan Danau Bisma mengelilingi Danau Cincin dan menuju JIS di Kelurahan Papanggo.
Pembangunan off ramp ini merupakan bagian dari pengerjaan proyek infrastruktur JIS yang belum rampung. Jalan tembus menuju JIS ini disebut sebagai langkah jangka pendek untuk menambah akses menuju JIS.
Jangka panjang
Sementara itu, untuk jangka panjang, pihaknya akan melanjutkan pembangunan jalan tembus hingga ke Jalan RE Martadinata dan revitalisasi trotoar di sekitar JIS dengan lebar 9 meter. Pengerjaan trotoar ini ditargetkan mulai Maret 2023 dan selesai di tahun ini.
”Jadi, yang pertama, kami buka akses jalan terlebih dulu, baru revitalisasi trotoar. Kami juga butuh tahapan,” ujar Hari.
Meski demikian, Hari mengatakan tidak ada lahan yang bakal dibebaskan untuk penataan akses jalan menuju JIS. Adapun pembangunan trotoar diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp 16 miliar.
Subkoordinator Urusan Pembangunan dan Peningkatan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga DKI Jakarta Ricky Janus mengatakan, akses jalan JIS saat ini masih dalam tahap pembangunan.
”Pembangunan akses jalan di JIS terdiri atas beberapa pekerjaan. Salah satunya yang telah selesai adalah pelebaran Jalan Sunter Permai,” kata Ricky, Selasa (7/2/2023).
Jalan Sunter Permai Raya ini menjadi akses utama menuju JIS dari arah Jalan RE Martadinata ataupun dari arah Jalan Danau Sunter Utara. Selanjutnya, pengerjaan fasilitas trotoar untuk halte kendaraan umum dan pejalan kaki ditargetkan selesai pada tahun ini.
Menurut pengamat tata kota, Nirwono Joga, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus segera menyelesaikan rencana penataan kawasan JIS dan sekitarnya secara keseluruhan. Penataan kawasan ini harus mengintegrasikan pembangunan infrastruktur jalan, termasuk jalan layang non-tol, hierarki jalan dari jalan raya, jalan arteri, jalan lingkungan, dan rekayasa lalu lintas.
Ia melanjutkan, integrasi transportasi publik stasiun KRL, halte bus Transjakarta, stasiun LRT, dan stasiun MRT juga harus didukung gedung parkir eksisting. Selain itu, penataan trotoar dan jalur sepeda yang terhubung ke seluruh fasilitas transportasi publik ke atau dari JIS sebagai kawasan pejalan kaki dan rendah emisi harus segera dilakukan.
Sebelumnya, akses jalan di kawasan JIS mendapat kritikan penonton konser grup musik Dewa 19 pada Sabtu (4/2/2022). Akses pintu keluar di stadion berkapasitas sekitar 82.000 orang tersebut dikritik lantaran hanya dapat dilalui dua gerbang, yakni barat dan timur. Selain itu, infrastruktur di sekitar JIS juga dinilai belum maksimal.
Sumber: https://www.kompas.id/baca/metro/2023/02/08/pemprov-dki-kebut-penyelesaian-jalan-layang-non-tol-untuk-akses-menuju-jis
