Sempat Alami Gangguan, Kecepatan KRL Relasi Rangkasbitung-Tanah Abang Dibatasi

Foto: Kompas.com

 

Instran.id – Rangkaian kereta rel listrik (KRL) commuter line nomor 1991 relasi Rangkasbitung-Tanah Abang yang sempat mengalami gangguan di antara Stasiun Parung Panjang dan Stasiun Cisauk, kini dinyatakan telah selesai dievakuasi.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan, proses evakuasi rangkaian kereta yang anjlok itu berlangsung sekitar 45 menit lamanya.

“Proses evakuasi dimulai pukul 08.45 WIB dengan estimasi waktu 45 menit. Pada pukul 09.24 WIB evakuasi KA commuter line nomor 1991 berhasil ditangani yang kemudian dilanjutkan pengecekan prasarana pada pukul 10.00 WIB,” ujar Anne dikutip dari keterangannya, Minggu.

Setelah proses evakuasi dilakukan, pihak KAI menyatakan, kecepatan commuter line di relasi Rangkasbitung-Tanah Abang dibatasi. Pembatasan kecepatan akan terus dipantau hingga normal.

“Perjalanan commuter line berangsur normal pada pukul 10.50 WIB. KA pertama yang melalui jalur Parung Panjang-Cisauk adalah KA commuter line No.2019 dengan kecepatan 20 km/jam. Pembatasan kecepatan pun terus dipantau sampai kembali normal,” jelas Anne.

Adapun untuk mengurai kelambatan, saat ini perjalanan commuter line di lintasan Parung Panjang-Cisauk hanya menggunakan satu jalur secara bergantian.

“Sedangkan untuk perjalanan commuter line nomor 1972 dan nomor 1986 jurusan Tanah Abang-Parung Panjang, perjalanan hanya sampai Stasiun Serpong untuk kembali ke Stasiun Tanah Abang dan perjalanan commuter line nomor 1978 hanya sampai Stasiun Sudimara, kembali ke Stasiun Tanah Abang,” jelas Anne.

PT KAI Commuter pun meminta maaf terkait kendala operasional tersebut. Tak lupa, mereka mengimbau kepada pengguna commuter line untuk selalu mematuhi aturan dan arahan petugas di lapangan.

 

Sumber: https://megapolitan.kompas.com/read/2023/02/19/14305521/sempat-alami-gangguan-kecepatan-krl-relasi-rangkasbitung-tanah-abang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *