Instran.id – NGO Transportasi Institut Studi Transportasi (Instran) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) tentang persiapan menghadapi momen Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Hotel Padjajaran Bogor, Jumat (13/12/2024).
Ketua Instran, Ki Darmaningtyas mengatakan, diskusi kali ini membahas mengenai strategi pengaturan lalu lintas di momen Nataru yang kerap mengalami kemacetan panjang bahkan hingga berada pada kondisi ekstrem.
“Salah satunya yang terjadi di Kawasan Puncak. Padahal, berbagai upaya telah dilakukan, seperti rekayasa lalu lintas meliputi ganjil-genap, sistem buka tutup, dan satu arah (one way). Kemudian penertiban pedagang kaki lima. Namun demikian, langkah-langkah ini belum sepenuhnya mampu mengatasi kemacetan lintas Puncak yang mencapai tingkat ekstrem,” ujarnya.
Menurutnya kondisi ini didorong kenyataan besarnya volume kendaraan bermotor pribadi yang lewat, tak sebanding dengan kapasitas jalan yang tidak bertambah.
Dirinya berharap, diskusi ini dapat menghasilkan rekomendasi konkrit untuk mengatasi tantangan kepadatan lalu lintas, sekaligus memberikan alternatif pilihan wisata khususnya bagi masyarakat Jabodetabek selama libur Nataru.
Hal ini dapat tercipta melalui kolaborasi lintas stakeholder dalam mengatasi kemacetan lalu lintas kawasan Puncak pada masa liburan perlu ditingkatkan dalam bentuk kerja sama dan sinergi. Baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, kepolisian, masyarakat, dan sektor swasta.
Selain itu menurutnya juga perlu membangun upaya penyelesaian tantangan kepadatan lalu lintas masa libur Nataru, khususnya di kawasan Jabodetabekpunjur.
“Berbagai langkah seperti promosi destinasi wisata alternatif hingga penataan kawasan Puncak Bogor menjadi ulasan dalam mengatasi tantangan kepadatan lalu lintas Puncak setiap masa liburan agar momentum libur akhir tahun dapat dinikmati oleh masyarakat,” ucap dia.
Diskusi ini melibatkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Benny Bachtiar, Kasubdit Angkutan Orang Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bayu.
Turut hadir sebagai narasumber Kepala Bidang Industri Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Iffan, Kaur Operasional Satlantas Polres Bogor, Iptu Ardian Novianto Ashari, dan Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti Dr. Yayat Supriatna.
Serta Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor Marse Hendra Saputra, Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Muhammad Sapharri; Perencana Zulfikar.
Pengamat Perkotaan, Yayat Supriatna berpendapat, tak ada pilihan yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan di Puncak di momen Nataru selain mendorong masyarakat memilih destinasi alternatif lain.
Oleh karena itu dirinya berharap masyarakat memilih wisata alternatif lain. Ia mengingatkam masyarakat akan tragedi lalu lintas yang stagnan terjadi di kawasan Puncak Bulan September lalu.
“Kalau ada yang lebih baik, bisa jadi solusi. Karena menikmati momen nataru perlu keamanan dan kenyamanan dalam perjalanan. Stuck yang terlalu lama berimplikasi pada kerugian waktu, biaya, dan polusi,” ujarnya.
Selain itu dapat memilih kawasan Sukabumi yang dapat ditempih dengan teansportasi publik kereta dan dilanjut dengan angkutan sewa.
“Wisatawan juga bisa ditarik ke wilayah lain seperti Halimun Salak atau wisata di kawasan Leuwiliang. Namun perlu dibarengi dengan pengaturan jalan supaya tidak macet dan membuat akses jalan sehingga tidak sulit,” ucap dia.
Sumber: https://radarbogor.jawapos.com/kota%20bogor/2475420220/cegah-kemacetan-arus-lalu-lintas-saat-libur-natal-dan-tahun-baru-termasuk-di-bogor-instran-dorong-pemda-promosikan-destinasi-wisata-alternatif?page=2
