Instran.id – PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) akan meluncurkan total 324 unit gerbong kereta yang akan disambungkan ke 27 rangkaian dalam waktu dekat. Gerbong tersebut merupakan hasil produksi China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC) maupun dari PT Industri Kereta Api (INKA). Gerbong tersebut diganti demi mengutamakan kenyamanan penumpang.
Lalu, gerbong kereta yang tak layak pakai dan tidak bisa digunakan akan dipergunakan sebagai apa? Direktur Utama KAI Commuter Asdo Artriviyanto menjelaskan gerbong kereta yang tak laik digunakan akan dikumpulkan di sebuah depo milik KCI. Menimbang Reaktivasi Jalur KA Jabar Artikel Kompas.id Kemudian, setelah melewati berbagai proses, gerbong kereta yang tak laik pakai akan dihancurkan.
“Itu akan dihancurkan atau proses dirucat, karena itu adalah aset, jadi ada beberapa prosedur langkah yang harus kita lalui untuk itu,” ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (14/7/2025). Asdo bilang proses penghancuran pun terlebih dahulu harus mendapatkan persetujuan izin dari PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Kemudian, setelah dihancurkan, akan dijual dan menjadi pemasukan untuk keuangan KAI. “Sistemnya dapat izin dulu, kalau izinnya sudah keluar baru dihancurkan, yang kemudian hasil yang dihancurkan akan dijual. Nah, itu akan menjadi pendapatan daripada KAI sendiri,” jelas Asdo. Adapun KAI Commuter telah mengoperasikan tiga rangkaian KRL baru pada 1 Juni 2025 yang lalu.
KAI Commuter sebelumnya mendatangkan delapan unit rangkaian kereta, terdiri atas tujuh trainset dari CRRC dan satu trainset dari PT Industri Kereta Api (INKA). Proses pengiriman sarana KRL baru untuk mendukung layanan Commuter Line di wilayah Jabodetabek telah dilakukan secara bertahap sejak 30 Januari 2025 hingga 22 Mei 2025.
Sumber: https://money.kompas.com/read/2025/07/14/141533126/kemana-gerbong-kereta-krl-yang-sudah-tak-terpakai
