Instran.id – Ajang Pasar Raya seperti Brightspot MRKT (Market) memiliki dampak signifikan pada mobilitas warga dengan moda transportasi publik.
Head of Corporate Communications PT MRT Jakarta, Angga Satria Perdana, mengatakan jumlah penumpang yang keluar di Stasiun Dukuh Atas mengalami kenaikan sekitar 20 hingga 30 persen selama penyelenggaraan ajang Brightspot tahun lalu di Agora Mall.
“Kenaikan tersebut terhitung dari basis rata-rata harian yang mencapai puluhan ribu pengguna di Stasiun Dukuh Atas, ” kata Angga di Jakarta, Rabu.
Selama event Brightspot MRKT, jumlah penumpang yang keluar dari stasiun tersebut menjadi sekitar 30.000 hingga 32.500 pengguna per hari.
Angga menjelaskan bahwa trafik penumpang tersebut muncul secara konsisten dalam data, menandakan adanya pengaruh positif ajang Pasar Raya tersebut terhadap edukasi penggunaan transportasi publik.
“Dampak ini menunjukkan bahwa kolaborasi kami berhasil mendorong perubahan gaya hidup, bukan hanya ke acara tapi juga untuk penggunaan sehari-hari,” ujar Angga, seraya menekankan bahwa kolaborasi ini adalah yang ketiga kalinya sejak 2019.
MRT Jakarta gencar mendorong penggunaan moda transportasi publik dengan menyosialisasikan acara, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang penggunaan kantong-kantong parkir (park-and-ride) di stasiun pengampu, seperti Lebak Bulus dan Ratu Plaza, sebelum melanjutkan perjalanan ke lokasi acara dengan MRT.
Terlebih lokasi Agora Mall hanya tiga menit berjalan kaki dari Stasiun MRT Dukuh Atas, menjadikan transportasi publik solusi untuk menghindari kemacetan dan masalah parkir bagi 125.000 pengunjung yang ditargetkan mendatangi Brightspot SuperMRKT 2025 pada 27-30 November dan 4-7 Desember nanti.
Kepala Divisi Pemasaran TransJakarta, Muhammad Ridwan menambahkan bahwa TransJakarta turut memperkuat kolaborasi ini, sejalan dengan visinya untuk menjadikan transportasi umum sebagai bagian dari gaya hidup.
Ridwan mencatat bahwa sembilan dari sepuluh warga Jakarta telah terjangkau oleh titik perhentian TransJakarta. Namun, penggunaan hariannya masih rendah, yakni hanya sekitar satu dari sepuluh warga (1,4 juta pelanggan) yang menggunakan layanan ini setiap hari.
Untuk meningkatkan minat penggunaan moda transportasi publik, TransJakarta telah merevitalisasi banyak halte. Halte-halte yang direvitalisasi kini dapat difungsikan sebagai ruang publik, memfasilitasi UMKM, hingga menjadi ruang aktivitas seperti Anjungan ikonik di Bundaran HI.
Peran infrastruktur ini akan semakin vital seiring rencana ekspansi MRT Jakarta fase 2 hingga Monas (2027), Kota (2029), dan terakhir mencapai Ancol dijadwalkan selesai pada 2030.
Hal ini akan memungkinkan event besar, termasuk Brightspot MRKT di masa depan, untuk menjangkau hampir seluruh wilayah Jakarta dengan mobilitas transportasi publik yang efisien.
