Instran.id — PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) kembali menunjukkan komitmennya sebagai BUMD yang tidak hanya menghadirkan layanan transportasi publik, tetapi juga menjadi motor penggerak pemberdayaan sumber daya manusia (SDM). Sejalan dengan pilar keberlanjutan perusahaan: Bersih, Berdaya, dan Bestari, Transjakarta memperkuat langkah kolaboratif dengan Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu untuk membuka ruang pelatihan, peningkatan kapasitas, dan peluang kerja bagi masyarakat kepulauan.
Pertemuan awal yang berlangsung hangat antara perwakilan Transjakarta yang dipimpin Kepala Divisi Transjakarta Academy, Nur Rohmat Fadlil, dengan Muhammad Fajar Churniawan dari Kepulauan Seribu menjadi titik mula penjajakan kerja sama yang lebih strategis. Kedua pihak membahas potensi kolaborasi yang diyakini dapat memberi dampak luas, terutama dalam menyiapkan SDM muda yang siap bersaing.
Direktur Keuangan, SDM, dan Umum Transjakarta, Mayangsari Dian Irwantari, menyambut positif inisiatif ini. Ia menegaskan bahwa Transjakarta sedang merumuskan pola kolaborasi yang lebih detail, khususnya terkait peran Transjakarta Academy dalam memberikan pelatihan komprehensif, pembekalan kompetensi, dan sertifikasi pramudi yang sesuai dengan standar perusahaan. Dengan skema ini, masyarakat Kepulauan Seribu akan memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi bagian dari ekosistem Transjakarta baik di unit swakelola maupun operator mitra.
Mayang juga mengungkapkan bahwa standar kompetensi yang diberikan Transjakarta tidak hanya berlaku di tingkat nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, Transjakarta menjalin kerja sama internasional untuk pengiriman pramudi ke Jepang, dan kini memperluas peluang ke kawasan Eropa dan Asia. Kesempatan ini menjadi bukti bahwa pelatihan di Transjakarta Academy telah diakui secara global sehingga membuka jalan bagi masyarakat untuk meraih karier yang lebih luas.
Dalam waktu dekat, Transjakarta menyiapkan dua program yang dirancang khusus untuk masyarakat Kepulauan Seribu, yaitu program pemberdayaan dan penyediaan Kartu Layanan Gratis (KLG). Keduanya kini sedang difinalisasi dalam Perjanjian Kerja Bersama yang ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Melalui langkah ini, Transjakarta menegaskan peran strategisnya sebagai BUMD yang tidak hanya mengoperasikan layanan transportasi, tetapi juga menciptakan peluang pertumbuhan bagi masyarakat di wilayah-wilayah yang memiliki keterbatasan akses.
“Kami berharap kerja sama ini menjadi ruang terbaik bagi masyarakat Kepulauan Seribu untuk berkembang, belajar, dan berkarya. Transjakarta ingin memastikan bahwa kesempatan untuk maju dapat dirasakan merata,” ujar Mayang di Jakarta, Senin (8/12/2025).
Kolaborasi ini diharapkan menjadi model kemitraan yang efektif antara pemerintah daerah dan BUMD dalam memperluas akses kesempatan kerja, menciptakan talenta baru, serta memperkuat ekosistem transportasi publik yang inklusif dan berdaya saing tinggi.
