Pasokan BBM untuk Transportasi Mudik Lebaran 2026 Dipastikan Aman

Instran.id – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meyakinkan bahwa ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) untuk sektor transportasi tetap terjamin menjelang musim mudik Lebaran 2026.

Kekhawatiran muncul terkait potensi dampak dari konflik di Timur Tengah yang dapat mengganggu distribusi minyak global, termasuk yang melewati Selat Hormuz.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya menyatakan bahwa stok BBM nasional berada di kisaran 21 hingga 25 hari.

Menurut Bahlil, kapasitas penyimpanan BBM di dalam negeri cukup untuk sekitar 25 hari, yang mencakup periode arus mudik Lebaran 2026.

Dudy menjelaskan bahwa pemerintah terus berkoordinasi antar kementerian untuk memastikan pasokan energi, terutama bagi transportasi darat, laut, dan udara selama musim mudik.

“Prinsip 21 hari itu sebenarnya mengukur kapasitas penyimpanan atau storage. Tapi 21 hari bukan berarti kalau sudah 21 hari kemudian habis. Sistemnya itu dijaga supaya cadangan minimal tetap berada di angka tersebut,” kata Dudy di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Ia menambahkan bahwa angka 21 hari adalah batas minimum cadangan berdasarkan kapasitas penyimpanan yang ada.

Sistem pengelolaan akan terus mengisi kembali cadangan saat mulai menipis.

“Jadi 21 hari itu bukan berarti kita menunggu sampai habis. Kalau cadangan mulai berkurang, maka akan segera ditambah kembali supaya tetap terjaga di level minimal tersebut,” ujarnya.

Dudy, yang juga anggota Dewan Energi Nasional (DEN), menjelaskan bahwa pemerintah mempertimbangkan berbagai sumber pasokan minyak dunia untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

“Kalau kita lihat, produksi minyak dari kawasan yang melewati Selat Hormuz memang sekitar 20 persen dari total global,” ujarnya.

“Tapi kita masih punya opsi dari negara-negara lain yang tidak terlalu terdampak konflik dan masih bisa menjadi pemasok bagi kebutuhan kita,” jelasnya.

Menurutnya, peningkatan kapasitas penyimpanan BBM adalah langkah penting untuk meningkatkan cadangan energi nasional.

“Karena itu kebijakan pengadaan storage menjadi sangat penting, supaya kita bisa menambah cadangan dan menjaga ketahanan energi kita,” tegas Dudy.

Seperti diketahui, penutupan Selat Hormuz (per Maret 2026) berdampak signifikan pada distribusi dan ketahanan energi Indonesia, karena selat ini merupakan jalur vital bagi sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia.

Pemerintah telah mengalihkan sekitar 25 persen impor minyak dari Timur Tengah ke negara lain seperti AS, Afrika, dan Australia untuk menjaga pasokan.

 

Sumber: https://www.asatunews.co.id/pasokan-bbm-transportasi-mudik-lebaran-2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *