Instran.id – Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menilai keberadaan infrastruktur rel layang kereta berperan penting dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta.
“Itu bisa menghilangkan 9 atau 10 perlintasan sebidang. Artinya, relnya selamat dan pengguna jalannya juga selamat,” ujar Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah MTI Pusat Djoko Setijowarno di ANTARA Heritage Center (AHC), Jakarta Pusat, Rabu.
Menurut dia, perlintasan sebidang dapat dibangun di bawah jalan raya (underpass), atau secara layang (flyover).
Bagi kota-kota di Pantura seperti Semarang dan Pekalongan, kata Djoko, rel underpass itu akan menjadi masalah, dikarenakan wilayahnya sering mengalami bencana banjir.
Djoko juga mencontohkan pembangunan rel kereta di Medan, Sumatera Utara, yang dibangun secara layang agar meningkatkan keselamatan perjalanan kereta dan kendaraan yang melintasi jalan di bawah rel tersebut.
“(Rel layang) itu perlunya di wilayah perkotaan. Jadi, kalau untuk kota-kota dinaikkan saja relnya,” katanya.
Dalam paparannya, Djoko menyampaikan solusi paling efektif tetaplah menghilangkan perlintasan sebidang itu.
Mengingat truk adalah urat nadi logistik, maka perlunya memprioritaskan pembangunan flyover atau underpass khusus di jalur-jalur distribusi logistik utama guna memisahkan sepenuhnya arus kereta api dengan kendaraan berat.
Di samping itu, ia menambahkan edukasi dan kesadaran masyarakat juga penting dalam meningkatkan keselamatan di perlintasan kereta.
“Saya kira ini kita perlu untuk jangka panjangnya apapun bentuknya sebidang itu memang harus hilang, seandainya ada pun, kita butuh kesadaran masyarakat. Di banyak negara apakah ada, masih ada kecelakaan juga, masih ada, tapi minim dibandingkan kita. Ini jadi pemikiran bagaimana menyadarkan itu dan pendidikan menjadi hal yang penting edukasi sejak mula,” katanya.
Persoalan keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab semua pihak dengan edukasi yang lebih baik, regulasi yang tegas, kesadaran masyarakat yang tinggi maka diharapkan zero accident di jalan dapat tercapai.
