Instran.id – Di jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), rangkaian kereta yang melaju hingga 350 km per jam sedang mengubah sistem transportasi di Indonesia. Di jalur yang membentang sepanjang 142,3 kilometer tersebut, sekelompok profesional muda dengan rata-rata usia 35 tahun memadukan teknologi, dedikasi, dan kerja sama untuk memastikan keselamatan operasional kereta, sekaligus membangun jembatan persahabatan antara China dan Indonesia.
Lv Yang, insinyur pemeliharaan dalam proyek operasi dan pemeliharaan KCJB yang dilaksanakan CRRC Sifang Co., Ltd., bertanggung jawab atas inspeksi lapangan dan bimbingan teknis pemeliharaan kereta. Selain itu, dia juga mengajarkan keterampilan teknis terkait kepada para staf dari Indonesia.
“Saya menyusun metode operasional yang praktis dan membuat video pelatihan agar rekan-rekan Indonesia dapat belajar kapan saja,” ujar Lv. Berkat bimbingannya, banyak staf Indonesia secara bertahap menguasai keterampilan pemeliharaan kereta dan menjadi teknisi kereta cepat lokal pertama yang dilatih di Indonesia.
Lv mengatakan bahwa para staf Indonesia sangat antusias, cepat belajar, dan penuh semangat. Energi tersebut turut memotivasi tim China sekaligus mempercepat transfer pengetahuan teknis.

Qiu Kaifeng, insinyur pemeliharaan mekanik darat tingkat dua, mengenang bahwa pada awalnya para staf Indonesia mengalami kesulitan dalam presisi pemasangan. “Saya berulang kali berlatih bersama mereka dan memperbaiki teknik pengerjaan. Kini, banyak dari mereka sudah dapat menyelesaikan tugas pemeliharaan dasar secara mandiri.”
Agus Nurrohman, insinyur asal Indonesia, menekankan bahwa praktik langsung dan pengulangan sangat penting untuk menguasai pekerjaan pemeliharaan. “Dengan terus-menerus melakukan pelatihan, keterampilan teknis dapat diasah hingga menjadi semakin mahir,” tutur Agus.
Han Tengfei, pembimbing penjadwalan pemeliharaan, mengamati bahwa staf dispatcher Indonesia masih muda, memiliki kemampuan kerja sama yang tinggi, serta aktif bertukar wawasan budaya dengan rekan-rekan China menggunakan perangkat penerjemah.
“Saya sangat senang bisa bekerja sama dengan instruktur China. Berbagi pemandangan alam dan kuliner dari negara masing-masing di sela-sela pekerjaan adalah hal yang menyenangkan. Saya berharap ada kesempatan untuk mengikuti pertukaran pelatihan teknis dan mengunjungi China untuk melihat pemandangan salju yang indah,” ujar Dwiki Sanjaya, seorang perencana dispatcher dari Indonesia.
Profesional muda Indonesia juga menunjukkan antusiasme yang sama. Hanung Dwi Pamungkas menyoroti dukungan timbal balik dalam operasional sehari-hari. Para staf Indonesia berbagi pengalaman praktis, sementara staf China memberikan pengetahuan teknis. Staf Indonesia juga membantu koordinasi operasional di lapangan dengan memadukan pengetahuan lokal dan bimbingan teknis. Kolaborasi ini memperkuat kemampuan teknis sekaligus komunikasi antartim.
Arif Gumilang Pangestu (31), selaku pemimpin senior tim pemeliharaan, mengatakan berkomunikasi secara terbuka dan bekerja dengan saling menghormati bersama para staf China terjalin sehingga tugas dapat diselesaikan secara efisien. Dia mempelajari pengetahuan teknis yang lebih maju dan metode kerja yang efisien, sementara staf China memperoleh pengalaman operasional langsung di lapangan.

Insinyur teknis Andy Fii Aunillah (27) menyoroti koordinasi harian sebelum pekerjaan pemeliharaan dimulai, termasuk mengevaluasi materi inspeksi secara bersama-sama. “Para insinyur China sangat rajin, praktis, dan memiliki pengetahuan yang luas. Dedikasi mereka benar-benar menginspirasi,” ujarnya
Kolaborasi yang erat tersebut tidak terbangun dalam semalam. Pada masa awal operasional kereta cepat, warga lokal kerap menerbangkan layang-layang di dekat jalur rel sehingga menimbulkan potensi bahaya keselamatan. Lv bersama staf Indonesia melakukan edukasi keselamatan di sekolah-sekolah dan area sekitar jalur kereta, serta memasang papan peringatan, yang secara signifikan mengurangi risiko. Inisiatif di tingkat akar rumput ini menjadi contoh nyata bagaimana profesional muda dari kedua negara bersama-sama mengatasi tantangan.
Wu Haogang, Direktur Departemen Operasi dan Pemeliharaan CRRC Sifang, mengatakan profesional muda China dan Indonesia memiliki komunikasi yang terbuka dan saling percaya. Melalui pengajaran langsung serta bimbingan mentor dan peserta pelatihan, kami telah melatih 78 insinyur mekanik darat, 19 staf dispatcher, dan 23 pegawai pemeliharaan, membimbing mereka dari pemula hingga mampu bekerja secara mandiri. Staf Indonesia juga aktif mengusulkan berbagai perbaikan praktis sehingga operasional semakin efisien. Kerja sama mereka mencerminkan persahabatan dan rasa saling percaya yang mendalam dalam kolaborasi kereta cepat China-Indonesia.”
Di luar pekerjaan, para staf juga aktif mengikuti kegiatan budaya dan olahraga bersama. Han Tengfei mengatakan bahwa staf Indonesia sangat mahir bermain bulu tangkis dan memberikan arahan dengan penuh perhatian, yang mencerminkan semangat saling mendukung seperti dalam pekerjaan profesional mereka.
Zhang Zhiyi, selaku wakil manajer umum CRRC Sifang Co., Ltd., memuji para profesional muda dari kedua negara atas keberanian, inovasi, ketekunan, dan ketelitian mereka dalam menjamin operasional aman KCJB.
“Pekerjaan mereka mendorong keberhasilan lokalisasi teknologi kereta cepat China di Indonesia, membina talenta teknis lokal, serta memberikan dukungan kuat bagi operasional berkualitas tinggi, sekaligus berkontribusi terhadap ‘merek emas’ kerja sama Sabuk dan Jalur Sutra antara China dan Indonesia,” katanya.
KCJB resmi mulai beroperasi pada 17 Oktober 2023. Jalur sepanjang 142,3 kilometer yang dibangun bersama oleh China dan Indonesia tersebut memiliki kecepatan maksimum 350 km per jam, memangkas waktu tempuh Jakarta-Bandung dari lebih dari tiga jam menjadi hanya 46 menit, sehingga menghadirkan perjalanan yang efisien dan nyaman bagi masyarakat Indonesia.
Hingga saat ini, jalur tersebut telah menempuh perjalanan aman lebih dari 7,5 juta kilometer, setara dengan 188 kali mengelilingi bumi, serta melayani lebih dari 15 juta penumpang.
