Pertumbuhan Pelanggan Transjakarta Melambat, Baru 6 Persen Warga DKI Aktif Naik Transportasi Umum

Instran.id – Jumlah pengguna transportasi umum di Jakarta memang terus bertambah setiap tahun. Namun, DPRD DKI Jakarta mengingatkan Pemprov agar tidak cepat berpuas diri dengan capaian tersebut.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ade Suherman, menyampaikan hal ini dalam pembahasan proyeksi kinerja PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) beberapa waktu lalu.

Ade mengungkapkan, proyeksi pelanggan Transjakarta pada 2026 mencapai sekitar 438 juta perjalanan, atau rata-rata 1,2 juta perjalanan per hari.

Namun jika dihitung dari sisi pengguna aktif, jumlahnya diperkirakan hanya sekitar 600 ribu orang per hari.

Bila digabungkan dengan pengguna MRT Jakarta dan LRT Jakarta, total pengguna transportasi publik harian diperkirakan baru mencapai sekitar 700 ribu orang, atau setara 6 persen dari total populasi Jakarta termasuk komuter dari wilayah penyangga.

“Pengguna aktif transportasi umum masih relatif kecil dibanding target yang ingin dicapai,” ujar Ade, mengutip laman resmi DPRD DKI Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Padahal, Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Transportasi Jabodetabek menargetkan 60 persen pergerakan masyarakat menggunakan transportasi umum pada 2030.

Yang menjadi sorotan Ade adalah laju pertumbuhan pelanggan Transjakarta yang mulai melambat.

Setelah diproyeksikan mencapai 438 juta perjalanan pada 2026, target 2027 hanya bertambah sekitar 4 juta perjalanan atau kurang dari 1 persen.

“Kalau tren ini dibiarkan, target 60 persen pengguna transportasi umum pada 2030 akan semakin sulit tercapai,” tutur Ade.

Peningkatan layanan dan subsidi saja, menurut Ade, belum cukup untuk mengejar target tersebut.

Ia menilai pemerintah perlu menerapkan strategi push and pull secara konsisten untuk mendorong masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi.

Ade juga meminta Transjakarta menyusun kajian komprehensif mengenai efektivitas strategi tersebut, termasuk perluasan layanan Mikrotrans, peningkatan konektivitas antarmoda, hingga akses pejalan kaki menuju halte dan stasiun.

“Transportasi umum harus menjadi pilihan yang paling mudah, nyaman, dan efisien,” tegas dia.

 

Sumber: https://www.suara.com/news/2026/07/28/122054/pertumbuhan-pelanggan-transjakarta-melambat-baru-6-persen-warga-dki-aktif-naik-transportasi-umum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *