Diminati Pasar, Transportasi Bertenaga Listrik Butuh Dukungan Berbagai Pihak

Instran.id – Penggunaan kendaraan bertenaga listrik perlu mendapat dukungan berbagai pihak, baik regulasi pemerintah, industri maupun masyarakat pengguna kendaraan bertenaga listrik. Hal tersebut mengemuka dalam  Focus Group Discussion (FGD), bertajuk Akselerasi Elektrifikasi Transportasi Publik dan Industri, di Jakarta, Rabu (15/4).

“Pemprov DKI Jakarta mendukung program elektrifikasi nasional dan upaya mitigasi iklim Zero Carbon. Namun kebijakan ini juga perlu didukung dengan kebijakan yang berpihak kepada Angkutan Umum sehingga Angkutan Umum tetap menjadi prioritas dalam mewujudkan mobilitas perkotaan,” ungkap Made Johny, Kasie Angkutan Orang Dishub DKI Jakarta, dalam diskusi yang diselenggarakan atas kerja sama Inisiatif Strategi Transportasi (Instran), KALISTA (Members of Indika Energy) serta (ITS) Intelligent Transport System Association.

Made menambahkan, dengan kelangkaan BBM akibat konflik global maka subsidi BBM berpotensi bakal membengkak serta biaya kemacetan juga makin tinggi. “Pemprov DKI Jakarta telah menetapkan target sebesar 60% perjalanan warga menggunakan angkutan umum, dengan kecepatan rata-rata 35 km/jam.”

Sementara, Muiz Thohir, Direktur Angkutan Jalan, Ditjen Hubungan Darat, Kementerian Perhubungan mengutarakan, bahwa masyarakat pengguna kendaraan pribadi dalam mejalankan aktifitas utama keseharian, mencapai 79,9 persen, setara 3,48 juta orang.

Angka ini, jauh lebih tinggi dibandingkan, masyarakat yang menggunakan angkutan umum dalam aktifitas utamanya di sekitar Jabotabek baru  sekitar 19,5%, atau sebanyak 861,471 orang. Apalagi, masyarakat komuter yang aktifitas utama jalan kaki, bersepeda, sekitar 1,4 persen atau 61.650 orang.

Albert Auliya Ilyas, Direktur Utama Kalista Nusa Armada menambahkan, kondisi global yang kurang menguntungkan bagi harga BBM dan kini saatnya masyarakat dan industri fokus dalam penggunaan kendaraan bertenaga listrik. Penggunaan tenaga listrik juga harus berjalan efektif, artinya tidak terlalu berlebihan penggunaanya dan sebaliknya.

 

Penggunaan Bus Bertenaga Listrik

Gatot Indra Koswara, Spesialis Utama Tranformasi Dan Manajemen Transjakarta mengatakan, ditengah tekanan kelangkaan BBM bersubsidi, perlunya akselerasi elektrifikasi transportasi publik dan industri. Selama ini, Transjakarta dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung transportasi umum Kota Jakarta dan sekitarnya.

Tercatat, penumpang Bus Transjakarta sekitar 1,4 juta penumpang. Sekarang tengah mengoperasikan 100 EV sebagai pilot operasional. Dalam perkembangan sekarang, Transjakarta tengah mengoperasikan sekitar 500 EV Bus dan diharapkan hingga akhir tahun ini mampu mengoperasikan sebanyak 1.194 Bus EV.

Menurut Gatot, pengoperasian armada Bus EV sudah melampui ekpektasi semula dengan tingkat kerusakan (breakdown) yang relatif sangat sedikit, dan efisiensi penggunaan listrik yang lebih baik.

 

Sumber: Diminati Pasar, Transportasi Bertenaga Listrik Butuh Dukungan Berbagai Pihak – Bisnistoday

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *