Emiten Transportasi Ketok 39% Laba untuk Dividen

Instran.id – PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) bersepakat mengetok pembagian dividen setelah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat (8/6/2026).

Sesuai keputusan rapat, pemegang saham mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp6 per lembar saham atau setara Rp8,76 miliar yang merepresentasikan sekitar 39% dari laba bersih WEHA pada tahun buku 2025.

Sementara sisa laba bersih sebesar Rp13,42 miliar akan dibukukan sebagai laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan WEHA. Sepanjang tahun buku 2025, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp22,2 miliar, terkoreksi sebesar 21% dibanding tahun 2024 (Rp28,3 miliar).

Penyebabnya, beban operasional meningkat antara lain pembatasan bahan bakar bersubsidi di beberapa wilayah, kenaikan tarif tol, serta kenaikan harga suku cadang kendaraan akibat pelemahan nilai tukar rupiah. EBITDA perseroan tercatat sebesar Rp 91 miliar, sedikit menyesuaikan dari Rp 93 miliar pada tahun sebelumnya.

Sebaliknya, pendapatan usaha WEHA pada tahun buku 2025 tumbuh sebesar 4% menjadi Rp318 miliar, dibandingkan Rp 304 miliar pada 2024. Peningkatan tersebut ditopang oleh pengembangan lini usaha jasa angkutan antarkota melalui pembukaan sejumlah rute-rute strategis baru, yang berjalan sinergis dengan meningkatnya layanan paket wisata domestik.

“Perseroan berhasil melewati berbagai tantangan yang tidak ringan pada tahun buku 2025, termasuk pembatasan kegiatan study tour di beberapa daerah, kenaikan tarif tol di berbagai ruas jalan, serta pelemahan daya beli masyarakat. Namun, tetap mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif,” ungkap Direktur Utama WEHA Andrianto Putera Tirtawisata dalam keterangan resminya dikutip, Sabtu (9/5/2026).

Mengarungi kinerja 2026, WEHA atau White Horse Group ini telah menetapkan sejumlah inisiatif strategis untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan antara perseroan memperkuat penggunaan sistem teknologi dan aplikasi digital secara berkesinambungan guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional.

Selanjutnya, WEHA juga mengembangkan fitur-fitur baru pada platform pemesanan online untuk kemudahan pelanggan termasuk menggalakkan kembali potensi permintaan dari segmen institusional sekolah dan perusahaan serta mensinergikan ekosistem antar lini usaha, yakni penyewaan bus, angkutan antarkota, dan jasa perjalanan wisata Explorer, demi mengoptimalkan produktivitas armada secara keseluruhan.

Dari sisi investasi, Andrianto menuturkan, WEHA akan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pemilihan alternatif investasi kendaraan yang efisien dan optimal. Dari sisi belanja modal (capital expenditure/capex) untuk tahun buku 2026, perseroan mengalokasikan sekitar Rp21 miliar untuk penambahan 30 unit armada.

Pada lini bus pariwisata, penambahan unit armada difokuskan hanya untuk kebutuhan project based atau kontrak jangka panjang (project long-term), seiring dengan upaya WEHA untuk mempenetrasi sektor oil and gas, korporasi, serta institusi pendidikan.

Sedangkan, pada lini angkutan antarkota, WEHA akan melakukan uji coba (trial) penggunaan unit kendaraan listrik (EV) sebagai langkah strategis untuk meminimalisir risiko ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) ke depannya.

 

Sumber: https://investor.id/market/438528/emiten-transportasi-ketok-39-laba-untuk-dividen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *