KAI: Integrasi Stasiun Karet-BNI City Optimalkan Pelayanan Pelanggan

“Kenapa sih integrasi Stasiun Karet dan Sudirman Baru (BNI City)? Kita melihat pertumbuhan volume pelanggan ini harus didukung dengan prasarana dan infrastruktur yang baik.”

 

Instran.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI melakukan integrasi Stasiun Karet dengan Stasiun Sudirman Baru atau BNI City sebagai upaya mengoptimalkan pelayanan kepada pelanggan seiring meningkatnya volume pengguna transportasi perkotaan.

VP Corporate Communication KAI Anne Purba, di Jakarta, Jumat, menyampaikan peningkatan jumlah pelanggan KRL perlu diimbangi dengan pengembangan prasarana dan infrastruktur yang memadai. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengintegrasikan layanan penumpang di Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City.

“Kenapa sih integrasi Stasiun Karet dan Sudirman Baru (BNI City)? Itu tadi yang saya sampaikan bahwa kita melihat pertumbuhan volume pelanggan ini harus didukung dengan prasarana dan infrastruktur yang baik,” ujar Anne.

Ia menjelaskan, kondisi peron Stasiun Karet yang relatif pendek dan berada dekat dengan perlintasan menjadi salah satu pertimbangan dilakukannya penataan.

Menurutnya, KAI telah menyiapkan transformasi layanan KRL dalam beberapa tahun ke depan, sehingga kebutuhan infrastruktur harus dipersiapkan sejak awal.

“Karet itu peronnya kan pendek, dekat dengan perlintasan. Investasi kita mulai dari 2 tahun yang lalu sampai nanti untuk KRL itu semuanya adalah transformasi 12 (rangkaian). Sehingga prasarana dan infrastrukturnya harus kita siapkan dari sekarang,” katanya pula.

Anne menegaskan integrasi tersebut bukan berarti Stasiun Karet ditutup. Ia menyebut KAI selama 81 tahun operasional belum pernah menutup stasiun, melainkan melakukan penyesuaian fungsi dan layanan sesuai kebutuhan perjalanan kereta.

“Jadi saya sangat menolak diksi bahwa Karet ditutup. Stasiun di KAI itu ada stasiun yang melayani angkutan pelanggan. Ada stasiun yang melayani angkutan barang. Ada stasiun yang hanya melayani perjalanan kereta dan itu nanti Karet akan melayani perjalanan kereta,” katanya.

Menurut Anne, Stasiun Karet tetap akan menjadi akses bagi pelanggan, termasuk sebagai bagian dari integrasi antarmoda. Namun, layanan naik turun penumpang KRL akan diintegrasikan dengan peron Stasiun BNI City, untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna.

“Untuk layanan naik turun KRL-nya itu diintegrasikan peronnya supaya lebih aman dengan melihat pertumbuhan volume pelanggan kita,” ujarnya.

Ia mengatakan saat ini Stasiun Karet masih dalam tahap pekerjaan penataan area. Nantinya, kawasan tersebut akan dilengkapi fasilitas pendukung seperti area drop zone, akses pejalan kaki, serta integrasi dengan moda transportasi lain tanpa menimbulkan kemacetan.

Dalam mendukung konektivitas antara Karet dan BNI City, KAI juga menyiapkan fasilitas perjalanan pejalan kaki berupa travelator datar dan travelator menuju area yang lebih tinggi.

Dia memperkirakan pekerjaan penataan berlangsung secara bertahap dari satu hingga tujuh bulan.

Selain Karet dan BNI City, KAI juga melakukan perbaikan dan pengembangan beberapa stasiun, yakni Stasiun Duri, Stasiun Gambir, Stasiun Cawang, dan Stasiun Bogor.

 

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/5726733/kai-integrasi-stasiun-karet-bni-city-optimalkan-pelayanan-pelanggan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *