SELAMAT HUT TRANSJAKARTA YANG KE-19

Foto: detik.com

 

MELURUSKAN SEJARAH HUT TRANSJAKARTA

Hari ini, tanggal 15 Januari 19 tahun silam di Halte Gelora Bung Karno (GBK) Gubernur Sutiyoso atau yang popular disebut Bang Yos meresmikan dimulai beroperasinya layanan Transjakarta busway atau saat itu disebut dengan busway dan sekarang dikenal dengan sebutan Transjakarta (TJ). Saat itu saya memantau di Halte Kota dan melihat antrean panjang mengular orang-orang yang akan mencoba naik TJ karena sebagai bentuk sosialisasinya selama dua minggu digratiskan.

Peresmian tersebut seakan mengakhiri kontroversi rencana pembangunan busway yang sudah mulai dianggarkan sejak tahun 2002, tapi baru mulai konstruksi tahun 2003 sehingga pertengahan Januari 2004 sudah bisa dilaksanakan. Ketika sedang proses pembangunan itu, hujatan kepada Gubernur Sutiyoso melalui media massa cetak maupun elektronik amat keras. Kebetulan saat itu belum ada medsos, paling medsosnya berupa mailing lisst saja, sehingga suaranya masih terkontrol dari pemberitaan media massa. Seandanya proses pembangunan TJ itu saat ini dan gubernurnya tidak tegas, mungkin batal dibangun. Kita merasa beruntung, karena Gubrnur Sutiyoso saat itu memiliki sikap yang tegas untuk mewujudkan layanan transportasi umum yang memiliki jalur khusus sehingga menjadi pilihan warga Jakarta dan sekitarnya untuk bertransportasi.

Tingginya minat masyarakat untuk menggunakan layanan TJ itu menjadi tiket tersendiri bagi Gubernur Sutiyoso untuk membangun koridor-koridor berikutnya, sehingga 2006 dapat dioperasikan Koridor 2-7 dan sampai masa akhirnya (Oktober 2007) terbangun 10 koridor. Sayang penggantinya yang mengaku ahlinya Jakarta (Dr. Fauzi Bowo) tidak berminat melanjutkan pembangunan busway, sehingga infrastruktur Koridor 8-10 yang sudah usai di akhir 2007 baru dioperasikan pada September 2010 atau mangkrak lebih dari 2,5 tahun. Fauzi Bowo hanya berhasil memulai pembangunan Koridor 11 (Kampung Melayu – Pulo Gebang) dan itu pun peresmiannya sudah pada masa Gubernur Jokowi. Sedangkan Gubernur Jokowi membangun Koridor 12 (Penjaringan – Sunter Kelapa Gading), dan pada masa Gubernur Ahok dibangun Koridor 13 (Ciledug – Tendean). Sedangkan Gubernur Anies membangun integrase dengan angkutan masal lainnya, baik dengan MRT, LRT, mapun dengan KRL Jabodetabek. Juga mengintegrasikan layanan antara bus besar dengan bus kecil.

Pada Maret 2014 bentuk kelembagaan pengelola Transjakarta berubah dari UPT (Unit Pelaksana Teknis) dengan pengelolaan keuangan BLU (Badan Layanan Umum) menjadi perseroan terbatas (PT). Perubahan bentuk kelembagaan tersebut diharapkan akan mempercepat proses-proses percepatan perbaikan maupun pengembangan layanan TJ dan sekaligus mengurangi besaran PSO yang harus diberikan oleh Pemprov DKI Jakarta ke TJ. Sayang setelah menjadi PT kecenderungannya justru PSO makin naik, bukan makin turun.
Perdebatan HUT TJ
Sejak menjadi PT, terutama paska 2016, muncul perdebatan soal HUT TJ. Mereka yang datang ke TJ setelah menjadi PT, menganggap HUT TJ itu adalah saat ditandatanganinya Akte Pendirian PT TJ tanggal 27 Maret. Sementara mereka yang hadir di TJ sebelum berbentuk PT, menganggap HUT TJ itu adalah tanggal 15 Januari 2004, yaitu tanggal dimulainya operasi pertama kali busway di Jakarta. Tanggal ini adalah yang lumrah dianut oleh semua institusi.

Guna meluruskan sejarah HUT PT TJ kita dapat mencari referensi dari tempat lain.
1. PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperingati Hari Ulang Tahun yang ke-77 pada 28 September 2022 lalu. Padahal, nama PT KAI itu baru muncul setelah reformasi (1998). Pedoman peringatan HUT PT KAI bukan pada tanggal penandatangan Akta PT KAI, tapi pada penguasaan perkeretaapian Indonesia oleh bangsa Indonesia sendiri pada tanggal 28 September 1945.
2. Perum DAMRI yang selalu memperingati HUT-nya pada tanggal 25 November dan Tahun 2022 lalu sudah HUT yang ke-76. Padahal kalau mengacu penamaan Perum DAMRI, maka HUT Perum DAMRI jatuh pada tanggal 29 September dan 2022 baru HUT yang ke-40 tahun.
3. Contoh lain di dunia politik. PDIP tanggal 10 Januari lalu memperingati HUT ke-50. Padahal nama PDIP baru dikenal tahun 1999, sebelumnya hanya PDIP saja. Peringatan HUT PDIP ke-50 dihitung dari terbentuknya PDI tahun 1973, bukan pada perubahan nama dari PDI ke PDIP

Berdasarkan ketiga contoh itu jelas bahwa peringatan HUT PT TJ itu ya tanggal 15 Januari, bukan 27 Maret, sesuai dengan akta pendirian PT TJ, karena kehadiran PT TJ itu bagian tidak terpisahkan dari sejarah kelembagaan pengelola TJ, bukan suatu institusi baru sama sekali. Layanan TJ ada terlebih dulu, baru muncul kelembagaan PT TJ. Semoga tulisan ini dapat memperjelas insan TJ yang masih bersikukuh bahwa HUT TJ itu pada tanggal 27 Maret. Yang benar adalah 15 Januari. Sejarah tidak boleh dibelokkan. Mengganti HUT TJ dari 15 Januari menjadi 27 Maret adalah pembelokan sejarah, sama saja tidak menghargai jerih payah para pendiri TJ yang penuh perjuangan dan dicaci maki warga yanag menentangnya.

Selamat HUT Ke-19 Transjakarta, semoga dapat melayanai warga lebih baik. Tepat di usia ke-19 ini PT TJ memiliki nahkoda baru, M.Kuncoro Wibowo, mantan Direktur SDM dan IT PT KAI yang bersama-sama Ignatius Jonan membenahi layanan KAI menjadi sarana transportasi yang berkeselamatan dan beradab. Semoga kehadiran Kuncoro Wibowo sebagai Direktur Utama (DU) PT TJ juga membawa perbaikan yang nyata untuk layanan TJ, sehingga TJ akan menjadi sarana transportasi kebanggaan warga DKI Jakarta dan sekitarnya. Memulai kepemimpinannya, Kuncoro telah menyunjungi depo-depo armada TJ dan telah mengintruksikan kepada jajarannya untuk membuat lebih baik, setelah menyaksikan kondisi demo yang kotor dan kurang manusiawi. Semoga perbaikan layanan TJ akan terasa dalam waktu satu bulan ke depan. Selamat bertugas untuk Kuncoro Wibowo membawa TJ menjadi lebih baik.

Ki Darmaningtyas penulis buku Manajemen Transjakarta (2012) dan Memberasi Transjakarta Busway (2014)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *