Kurangi Kemacetan di Jalan Tol, Pengamat dan Akademisi Apresiasi Sistem Bayar Tol Tanpa Berhenti (MLFF), Minta Peraturan Segera Dirampungkan

Foto: Indoposnews.id

 

Diskusi Publik Peluang dan Tantangan Implementasi Sistem Bayar Tol Tanpa Henti secara virtual, yang digelar oleh Institut Studi Transportasi (Instran) di Hotel Atlet Century Park Senayan, Selasa (7/2/2023). Diskusi juga digelar secara online melalui zoom meeting. foto indoposnews.id

 

Instran.id – Pengamat transportasi mendukung penerapan Multi Lane Free Flow (MLFF) di jalan tol. Sebab hal tersebut akan mengurangi kemacetan yang biasanya terjadi di gerbang tol.

Namun mereka mengingatkan agar aturan atau RPP tersebut segera dirampungkan. Pasalnya ada hal yang sangat krusial. Khususnya dalam poin 17 soal uang (pembayaran) akan kemana prosesnya dan selanjutnya.

 

Demikian hal yang mengemuka dalam Diskusi Publik Peluang dan Tantangan Implementasi Sistem Bayar Tol Tanpa Henti secara virtual, yang digelar oleh Institut Studi Transportasi (Instran) di Hotel Atlet Century Park Senayan, Selasa (7/2/2023). Diskusi juga digelar secara online melalui zoom meeting.

 

“Saya melihat dari sisi kebijakan, baik sekali. Tapi bagaimana menjalankannya ketika peraturannya tidak ada. Kita tidak tahu penerimaan uang ke mana. Ini kan terkait perusahaan untuk bayar utang dan sebagainya. Biasanya kan langsung. Kalau soal teknologi saya tidak khawatir. Itu pasti bisa. Untuk uji coba akan dilakukan, Dashboard semua harus pegang. Karena ini sensitif soal uang, bisa berkelahi,” ujar Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio.

Pengamat Perkotaan yang juga Akademisi dari Universitas Trisakti, Yayat Supriatna mengatakan poin yang menarik yang ke 17, soal uang. “Kita berharap RPP yang dibahas itu selesai Maret. Juni bisa uji coba,” ujarnya.

 

“Teknologi nirsentuh, ini kan harus punya hp, ada pulsa. Kemudian soal sanksi. Kalau di luar negeri sanksi nya tinggi. Masuk tol kan harus punya mobil. Tol jadi pilihan rasional orang Jakarta. Kalau kita berani menerapkan nirsentuh MLFF akan berpengaruh. 30 persen kemacetan berkurang,” imbuhnya.

Yayat menjelaskan, kemacetan terjadi karena beberapa hal. Seperti karena karena Persimpangan trafik, penyempitan ruas jalan.

“Juga ada halte terbuka yang bikin macet, kemudian gerbang/pintu tol,” ujarnya.

Sementara itu, Darmaningtyas dari Instran mengatakan investasi tol itukan untuk pengembalian modal. “Kalau sudah balik mustinya gratis.” Ia juga mengusulkan dibentuk Badan Registrasi Kendaraan.

Adapun MLFF adalah proses pembayaran tol tanpa berhenti. Pengguna jalan tol tidak harus menghentikan kendaraannya di gerbang tol.

Teknologi yang diterapkan pada MLFF yaitu Global Navigation Satellite System (GNSS). Merupakan sistem yang memungkinkan melakukan transaksi melalui aplikasi di smartphone dan dibaca melalui satelit.

Nantinya, saat kendaraan melewati pintu tol, saldo uang elektronik yang ada pada aplikasi di ponsel akan langsung terpotong. Teknologi yang diterapkan pada MLFF yaitu Global Navigation Satelit System (GNSS) yaitu merupakan sistem yang memungkinkan melakukan transaksi melalui aplikasi di smartphone dan dibaca melalui satelit.

Dengan penggunaan uang elektronik telah mengurangi waktu transaksi menjadi 4 detik dibandingkan transaksi manual 10 detik.

Sehingga, penggunaan MLFF tentunya memiliki manfaat sangat besar. Karena bisa menghilangkan waktu antrian menjadi nol detik. Manfaat lain adalah efisiensi biaya operasi dan juga meminimalisir bahan bakar kendaraan

Sementara itu, Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan, Sekretariat Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR, Ali Rachmadi menyampaikan, metode transisi pelaksanaan Multi Line Free Flow (MLFF) yang bakal diberlakukan pada Juni mendatang.

Ali mengatakan, pada masa transisi ini pengguna jalan tol masih menggunakan gerbang atau gardu tol sebagai akses pembayaran masuk.

“Sistem ini (MLFF) masih melakukan pembayaran dengan tapping menggunakan gardu tol. Nanti di transisi periodenya pembayaran menggunakan kartu masih dapat dilakukan sekitar 50 persen atau paling sedikit 20 persen dari gardu gerbang tol bisa mengakomodir pembayaran non tunai nirsentuh,” ujarnya.

Adapun jika nantinya diterapkan MLFF secara menyeluruh, pembayaran tol dikumpulkan melalui Global Navigation Satellite System (GNSS) dan law enforcement melalui Automatic number-plate recognition (ANPR). Adapun tahap awal uji coba ini rencananya akan dilakukan di Bali.

Sementara itu, Ketua umum MTI Tory Damantoro mangatakan ada sekitar 4,2 juta transaksi tol setiap hari.

“Ada sekitar 4 juta kendaraan. Selain masalah keamanan dan keselamatan, antrian itu juga membuat boros BBM. Antrian di jalan tol, menguras BBM. Gerbang tol selalu menjadi tempat kemacetan. Peran MLFF mengurangi waktu transaksi. Hemat energi itu otomatis, penurunan kemacetan dan penurunan emisi,” ujar Tory.

“MLFF juga peluang untuk merger pembayaran transportasi . Untuk udara sudah 90 persen. KA 70 persen, darat 57 persenan. Dengan adanya MLFF bisa meningkatkan pembayaran digital untuk transportasi darat. MLFF itu membuka sekat jalan tol,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI Sudewo mengatakan, mendukung adanya suatu kemudahan bagi siapapun. Termasuk pengguna jalan tol. Apalagi masyarakat melakukan pembayaran untuk masuk tol.

“Namun kita berpikir bagaimana semua pihak tidak ada yang dirugikan. Jangan sampai dengan kemajuan teknologi ada pihak yang dirugikan. Apakah teknologi MLFF ini kajiannya dilakukan dalam waktu terbatas atau tidak. Saya hanya memberikan saran Ke Kementerian PUPR supaya kajian lebih mendalam. Semua pihak harus didengar terutama pengguna jalan tol. Pemerintah harus membuka diri, mendengar dari berbagai pihak. Jangan buru-buru,” ujar Sadewo.

“Tapi kita ingin regulasi ini ditetapkan. Karena ini teknologi yang pertama kali akan diterapkan di Indonesia. Infrastruktur teknologi harus disiapkan secara matang. Kemudian, SDM kita juga sudah siap belum untuk melaksanakan teknologi ini, terutama dari PUPR. Saya di Komisi V mendukung teknologi ini untuk kepentingan semua pihak,” pungkasnya. (dri)

 

Sumber: https://www.indoposnews.id/kurangi-kemacetan-di-jalan-tol-pengamat-dan-akademisi-apresiasi-sistem-bayar-tol-tanpa-berhenti-mlff-minta-peraturan-segera-dirampungkan/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *