Melintasi Jalan Tol Bebas Palang Pintu dan Gardu

Foto: Bisnistoday.co.id

 

Instran.id – Melalui teknologi pembayaran secara elektronik yakni Multi Line Free Flow (MLFF) memanjakan pengguna jalan tol dengan tidak ribet dengan palang pintu dan berhenti di gardu tol. Begitupun, melalui transaksi tanpa henti bisa menghemat waktu serta pemborosan bensin saat mengantri bayar di gerbang tol.

Tory Damantoro, Ketum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mengatakan,transaksi gardu tol sekarang sudah mencapai 4,2 juta transaksi per hari. Hal ini penting untuk mencari solusi agar tidak terjadi antrean seperti tragedi Brebes Exit (Brexit). Salah satu solusi adalah penggunaan transaksi dengan Multi Line Free Flow (MLFF) di gardu tol.

Menurutnya, antrean panjang terjadi, mengakibatkan pemborosan waktu dan anggaran seperti subsidi BBM. Selain itu, mempermudah aksesibilitas dengan waktu tempuh berkurang. “Kemacetan, antrean, pemborosan subsidi BBM, dan aksesibilatas serta efektiftias,” tuturnya, saat Diskusi Publik yang diprakarsai INSTRAN tertajuk ” Peluang dan Tantangan Implementasi Sistem Bayar Tol Tanpa Henti” di Jakarta, Selasa (7/2).

Hanya saja, menurut Tory, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana masyarakat merasa mudah terlebih dahulu. Penggunanya tidak sesulit masyarakat menggunakan pulsa serta mendownload aplikasi. “Selain itu, juga beli OBU dimana, itu harus disosialisasikan,” tuturnya.

Sejalan dengan itu, lanjut Tory, budaya kepatuhan serta penegakan hukum harus ditingkatkan. Sekarang ini, hanya transportasi darat yang belum banyak melakukan digitalisasi, sedangkan transporta udara hampir semua, serta transportasi Kereta Api sekitar 50%.

“Nah, kalau transportasi jalan darat dengan menggunakan tol sudah MLFF, tentu porsi digitalisasi transaksi meningkat tajam,” tuturnya.

Perubahan Business Model

Menurut Tory, sejalan dengan penerapan transaksi MLFF ini, bagi operator sendiri juga akan mengalami perubahan dalam business model. Nantinya tidak dibutuhkan gerbang tol untuk menjalankan MLFF ini sehingga transaksi langsung masuk operator.

“Siapa yang menampung transaksi digital ini, apakah langsung ke BUJT atau ada badan khusus. Bagaimana dampaknya terhadap cashflow perusahaan,” tuturnya.

Karena, melalui sistem MLFF ini lanjut Tory, seperti tidak ada bedanya antara jalan tol dan non tol secara fisik. tidak ada gardu gerbang, serta jalan melaju terus dan berbayar. “Hanya saja, pengelolaan jaln tol dan non tol ini juga berbeda jauh. Bagaimana kalau keduanya diintegrasikan, ini perlu kajian,” tuturnya.

 

Sumber: https://bisnistoday.co.id/melintasi-jalan-tol-bebas-palang-pintu-dan-gardu/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *