Instran.id – Jakarta, 20 April 2025 — Kegiatan sarasehan dan halal bihalal digelar dalam suasana santai namun penuh gagasan di tengah keramaian Car Free Day (CFD) mingguan di Jakarta. Hadir dalam acara ini sejumlah tokoh penggagas awal mobilitas aktif dan CFD Jakarta yaitu Prof. Bambang Susantono, Ki Darmaningtyas, Yayat Supriatna, Ari Mochammad, Achmad Syafrudin Puput, serta dihadiri pula oleh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo dan Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota Nirwono Joga.
Kegiatan ini diinisiasi oleh komunitas Infortrans serta melibatkan INSTRAN, KPBB, Koalisi Pejalan Kaki, MTI Jakarta, Bike to Work, dan komunitas Ayo Ke Taman.

Prof. Bambang Susantono menyampaikan bahwa momentum pertemuan ini penting untuk menguatkan kolaborasi. Ia juga menyarankan agar Provinsi DKI Jakarta menerapkan prinsip 5K dalam pengembangan transportasi. Prinsip 5K terdiri dari Keselamatan sebagai urat nadi transportasi, Keamanan dalam perjalanan, Keandalan transportasi publik, Keterjangkauan angkutan umum, dan Kenyamanan.
Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo menyampaikan rencana kebijakan terbaru Rabu Naik Angkutan Umum bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kebijakan ini adalah bentuk nyata pemanfaatan transportasi di Jakarta, sekaligus menjadi program unggulan di antara berbagai kebijakan transportasi yang berjalan.
Nirwono Joga yang merupakan Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota mendorong agar berbagai masukan dari komunitas agar segera disampaikan mengingat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 sedang disusun saat ini.
INSTRAN menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan institusi untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat, menjadikan jalan sebagai ruang publik, dan menjadikan mobilitas aktif sebagai identitas sosial budaya kota.
Diskusi mengalir membahas berbagai topik seputar pengembangan kota yang layak huni (liveable city), penguatan kegiatan Car Free Day, mobilitas aktif perkotaan, hingga pentingnya interkoneksi antar moda transportasi. Penguatan integrasi transportasi juga menjadi sorotan, terutama pentingnya pengembangan sistem angkutan pengumpan dan infrastruktur penunjang yang memadai. Lokasi pertemuan tersebut di tengah kegiatan CFD mendapat antusiasme dari masyarakat umum yang melintas untuk memberikan masukan transportasi Jakarta ke depan.
Penulis: Devina Anasruron
