Instran.id – Kolaborasi lintas sektor didorong untuk mempercepat adopsi bus listrik sebagai bagian dari transformasi transportasi publik di Indonesia.
Hal ini dibahas dalam talkshow “Sinergi Wujudkan 100% Transportasi Publik Berbasis Listrik” pada ajang Busworld Southeast Asia 2026.
Direktur Pengembangan Bisnis KALISTA Group, Yoga Adiwinarto, menyebut tantangan utama elektrifikasi masih pada tingginya investasi awal dan kebutuhan infrastruktur.
“KALISTA hadir sebagai enabler melalui model operating lease agar operator tidak terbebani investasi besar di awal,” ujarnya.
Saat ini, KALISTA telah mengoperasikan 26 bus listrik di Transjakarta dengan efisiensi energi hingga 75 persen dan penurunan emisi sebesar 28 persen.
Sementara itu, Direktur Utama INVI, Alif Sasetyo, menambahkan uji coba bus listrik HIGER menunjukkan performa positif, terutama pada unit 12 meter dengan efisiensi 0,8 km/kWh.
Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat implementasi bus listrik secara lebih luas, sekaligus mendukung target Net Zero Emission 2060 dan elektrifikasi penuh Transjakarta pada 2030.
