Instran.id – Erupsi Gunung Anak Krakatau mengakibatkan abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah, termasuk Jakarta hingga Bogor. Kereta Api Indonesia (KAI) Commuter Line mengimbau penumpang kereta rel listrik atau KRL menggunakan masker saat melakukan perjalanan.
“KAI Commuter mengimbau pelanggan untuk menggunakan masker selama berada di area stasiun maupun saat melakukan perjalanan Commuter Line,” tulis KAI seperti dilihat di X, Minggu (6/8/2026).
Sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau erupsi dilaporkan terbawa angin hingga ke wilayah Jakarta, Tangerang, hingga Bogor. Penumpang KRL diimbau tetap waspada mengikuti arahan petugas.
“Pelanggan juga diimbau untuk tetap waspada, mengikuti arahan petugas, serta menjaga kesehatan selama beraktivitas,” tutupnya.
BMKG sebelumnya mengungkap sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. BMKG menyebut abu sampai ke wilayah Lampung hingga sebagian Jakarta.
BMKG memaparkan data sebaran abu vulkanik per pukul 04.00 WIB, Minggu (6/9). BMKG menyebut dua klaster sebaran abu Gunung Anak Krakatau.
“Berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9 pada 6 September 2026 pukul 04.00 WIB, teridentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau,” tulis BMKG dalam situsnya.
Klaster pertama adalah ke arah Jakarta, Banten, dan Jawa barat. Sebaran abu mencapai ketinggian 20 ribu kaki.
“Sebaran dari permukaan hingga ketinggian 20 ribu ft teramati ke arah timur laut-selatan, mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat serta perairan sekitarnya,” jelasnya.
Sementara itu, sebaran dari permukaan hingga ketinggian 50.000 kaki teramati ke arah barat daya-barat laut. Wilayah ini mencakup sebagian Lampung hingga Lampung.
“Mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung dan Banten,” jelasnya.
