Instran.id – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti pentingnya kesiapan moda transportasi darat dan laut akibat terdampaknya wilayah Jabodetabek oleh abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
“Untuk transportasi yang lain tentu juga harus tetap waspada. Walaupun saya dengar untuk penyeberangan. Kemudian moda transportasi darat ya tentunya ini yang harus disiapkan,” kata AHY di GOR Otista, Jakarta Timur, Minggu.
Moda transportasi darat diperlukan sehubungan adanya perubahan pola perjalanan masyarakat khususnya yang mengalami gangguan penerbangan.
Menurut dia, koordinasi antarkementerian diperlukan untuk memastikan masyarakat tetap memiliki pilihan transportasi yang aman dan memadai.
“Walaupun saya dengar untuk penyeberangan laut masih bisa dilakukan, tetapi bagaimanapun tetap harus memastikan tidak ada dampak yang terlalu buruk bagi transportasi tersebut maupun kesehatan dari penumpangnya,” ujar AHY.
Sementara untuk transportasi darat, ia menekankan perlunya persiapan terhadap sejumlah moda yang dapat digunakan masyarakat, mulai dari kereta api, bus, hingga layanan shuttle.
AHY memberikan contoh penumpang yang semestinya mendarat langsung di Jakarta, tetapi harus dialihkan atau berhenti terlebih dahulu di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Jawa Barat.
Dalam kondisi tersebut, pemerintah perlu memastikan tersedianya konektivitas dari Kertajati menuju Jakarta sehingga penumpang dapat melanjutkan perjalanan dengan mudah dan aman
“Kita juga harus dorong agar memudahkan para penumpang yang seharusnya langsung mendarat (landing) di Jakarta tetapi harus mungkin berhenti di Kertajati misalnya untuk bisa datang ke Jakarta,” jelas AHY.
Selain aspek kelancaran perjalanan, ia juga mengingatkan agar faktor keselamatan dan kesehatan penumpang menjadi pertimbangan utama dalam pengoperasian moda transportasi alternatif.
Sejumlah bandara yang disebut terdampak antara lain Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II di Lampung, Husein Sastranegara Bandung, Pondok Cabe Jakarta, serta Taufiq Kiemas dan Budiarto Curug Tangerang.
Penutupan bandara, kata AHY, didasarkan pada Notice to Airmen/Notice to Air Missions (NOTAM) yang dikirim atau diproduksi oleh AirNav Indonesia. Informasi tersebut kemudian disandingkan dengan pemantauan yang dilakukan BMKG.
Adapun sejumlah bandara pengalihan penerbangan tersebut antara lain Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka, Bandara Jenderal Ahmad Yani di Semarang, Bandara Internasional Yogyakarta, dan Bandara Internasional Juanda di Surabaya.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga kelancaran mobilitas masyarakat setelah sejumlah penerbangan mengalami pembatalan maupun pengalihan.
