Instran.id – Otoritas Bandara Internasional Mutiara Sis Al-Jufri Palu, Sulawesi Tengah hingga kini masih melakukan penyesuaian rute penerbangan Palu-Jakarta (PLW-CGK) imbas dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Belum ada konfirmasi AirNav Indonesia. Penerbangan Palu-Jakarta untuk sementara masih dilakukan penyesuaian atau penundaan pemberangkatan,” kata Kepala Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu Prasetyohadi dihubungi di Palu, Senin.
Ia menjelaskan Notice to Airmen (Notam) atau pemberitahuan dari otoritas AirNav Indonesia terakhir hingga 09.59 Wita, namun hingga kini belum ada konfirmasi lanjutan dari otoritas terkait.
Sehingga pihaknya masih menunggu perkembangan apakah Notam tersebut masih diperpanjangan atau dicabut.
Menurut dia, abu vulkanik Anak Krakatau mengganggu rute penerbangan Palu-Jakarta, terutama kawasan Bandara Soekarno-Hatta yang menerima dampak erupsi gunung api tersebut.
“Hanya rute PLW-CGK ditunda, sementara rute lain Palu menuju Surabaya, Makassar, Morowali dan Luwuk tetap beroperasi,” ujarnya.
Sebelumnya pada Minggu (6/9) informasi diterima pihaknya empat penerbangan terdampak abu vulkanik Anak Krakatau dan dilakukan pembatalan yakni Batik Air BTK 6560 WIII – WAFF, Garuda Indonesia GIA622 WIII – WAFF, Super Air Jet SJV 254 WIII – WAFF, dan Rimbun Air OEY 300 WIII – WAFF.
Pembatalan itu sebagai bentuk respon cepat sesuai standar operasional prosedur (SOP) keselamatan penerbangan.
“Tentunya otoritas bandara tidak ingin mengambil resiko,” ucap Prasetyohadi.
Ia meminta para penumpang yang terdampak dari kebijakan gangguan itu terus memantau perkembangan informasi dari masing-masing maskapai maupun Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu.
Ia menambahkan pihaknya terus berkomunikasi dengan otoritas Bandara Soekarno-Hatta guna memperbaharui perkembangan situasi lapangan.
“Kami berharap pengguna jasa transportasi udara memahami situasi ini, terutama penerbangan menuju Jakarta,” katanya.
