Anggaran Rp3 Triliun Disorot! Subsidi Motor Listrik Dinilai Salah Sasaran, Ini Solusi Harusnya

Instran.id – Alokasi anggaran insentif kendaraan listrik pemerintah kembali memicu sorotan tajam. Langkah pemerintah menggelontorkan subsidi hingga Rp3 triliun untuk 1 juta unit sepeda motor listrik dinilai kurang tepat sasaran dan belum menyentuh akar masalah mobilitas perkotaan.

Pengamat transportasi sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI),Djoko Setijowarno, menilai anggaran sebesar Rp3 triliun tersebut sejatinya jauh lebih bermanfaat jika dialihkan untuk membangun dan memperkuat sistem transportasi publik di 120 kota Indonesia.

“Insentif motor listrik cenderung dinikmati kelompok yang sudah memiliki daya beli dan tidak menyelesaikan masalah penumpukan kendaraan di jalan. Sebaliknya, subsidi untuk bus listrik berdampak sistemik, efisien, dan berkeadilan sosial,” ujar Djoko.

Djoko membeberkan lima keunggulan utama jika pemerintah mengalihkan fokus subsidi ke armada bus listrik:

  1. Efisiensi Anggaran: Satu unit bus listrik dapat melayani ribuan warga setiap hari dari berbagai lapisan masyarakat.
  2. Mengurai Kemacetan: Satu bus listrik sanggup menggantikan 40 hingga 60 sepeda motor di jalan raya.
  3. Menekan Emisi: Efisiensi penggunaan energi per penumpang jauh lebih tinggi dibanding kendaraan pribadi.
  4. Keselamatan Lalu Lintas: Menurunkan angka kecelakaan secara langsung, mengingat 75% kecelakaan jalan raya didominasi kendaraan roda dua.
  5. Modernisasi Transportasi: Membantu operator angkutan umum menekan biaya operasional jangka panjang.

Saat ini, cakupan transportasi umum berbasis Buy The Service (BTS) seperti Program Teman Bus baru menjangkau 46 dari 552 pemerintah daerah di Indonesia. Namun, alokasi anggaran pusat untuk program ini justru terus menyusut drastis, dari Rp582,98 miliar pada 2023 menjadi hanya Rp82,67 miliar pada 2026.

Pengalaman dari berbagai negara seperti Tiongkok, India, Jerman, hingga Amerika Serikat membuktikan bahwa kunci sukses transisi energi transportasi selalu menempatkan angkutan umum sebagai prioritas utama. Oleh karena itu, pemerintah didesak mengevaluasi ulang arah insentif nasional agar lebih memprioritaskan pengadaan bus listrik perkotaan demi mewujudkan ruang kota yang aman, nyaman, dan bebas macet.

 

Sumber: https://transportasimedia.com/detail/21583/anggaran-rp3-triliun-disorot-subsidi-motor-listrik-dinilai-salah-sasaran-ini-solusi-harusnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *