Pemangkasan Subsidi BBM dan Elektrifikasi Transportasi Bawa 3 Manfaat

Instran.id – Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai rencana pemerintah mempercepat elektrifikasi transportasi sekaligus mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM) dapat memberikan manfaat berlipat bagi perekonomian dan lingkungan.

Chief Executive Officer (CEO) IESR Fabby Tumiwa mengatakan, kebijakan tersebut berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap impor energi, meningkatkan kualitas udara perkotaan, serta mendorong perkembangan industri kendaraan listrik nasional.

“IESR menyambut baik komitmen pemerintah untuk mengurangi subsidi BBM secara bertahap melalui percepatan elektrifikasi transportasi dan pemberian insentif bagi motor listrik produksi dalam negeri,” ujar Fabby dikutip dari Antara, Sabtu (15/8/2026).

Menurut dia, transisi menuju elektrifikasi dan pengurangan BBM bersubsidi perlu dilakukan secara adil dan terencana. Pemerintah dinilai perlu memastikan perlindungan bagi kelompok rentan serta meningkatkan kualitas transportasi publik.

Selain itu, pembangunan infrastruktur pengisian daya perlu dilakukan secara merata. Ketersediaan listrik juga harus diperkuat dengan meningkatkan porsi energi bersih dalam sistem ketenagalistrikan nasional.

“Tanpa dekarbonisasi sektor kelistrikan, manfaat penuh elektrifikasi transportasi tidak akan optimal,” katanya.

IESR menilai pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai kebijakan energi memuat sejumlah terobosan penting, terutama terkait pengembangan energi surya, elektrifikasi transportasi, efisiensi belanja publik, dan pembangunan infrastruktur dasar.

Namun, Fabby menilai tantangan pemerintah tidak lagi sebatas menentukan visi. Konsistensi kebijakan, tata kelola yang transparan, serta keberanian menjalankan reformasi struktural menjadi faktor penting untuk memastikan target tersebut dapat diwujudkan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah akan mempercepat elektrifikasi mobilitas masyarakat dalam penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Jakarta, Jumat.

“Kita akan percepat proses elektrifikasi mobilitas rakyat. Subsidi BBM harus kita kurangi secara signifikan. Untuk itu, Pemerintah yang saya pimpin kemarin telah meluncurkan ekosistem motor listrik nasional,” kata Prabowo.

Selain mengurangi subsidi BBM, pemerintah juga menyiapkan insentif untuk satu juta motor listrik yang diproduksi di dalam negeri oleh perusahaan Indonesia.

“Kebijakan ini mempunyai tiga tujuan sekaligus yakni menurunkan biaya kendaraan bagi rakyat, mengurangi konsumsi bahan bakar impor, dan membesarkan industri motor listrik nasional beserta rantai pasok baterai, komponen, perangkat lunak, serta layanan purnajualnya. Insentif ini adalah investasi untuk menjadikan rakyat Indonesia pasar pertama bagi karya anak Indonesia,” ujarnya.

Menurut Prabowo, penggunaan motor listrik produksi dalam negeri memberikan tiga manfaat sekaligus, yakni menghemat pengeluaran keluarga, mengurangi impor energi, serta membuka lapangan kerja dan sumber penghasilan bagi masyarakat Indonesia.

Dengan demikian, percepatan elektrifikasi tidak hanya diarahkan untuk mengurangi konsumsi BBM, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah mengembangkan industri kendaraan listrik dalam negeri sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

 

Sumber: https://www.beritasatu.com/ekonomi/3019199/pemangkasan-subsidi-bbm-dan-elektrifikasi-transportasi-bawa-3-manfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *