Instran.id – PT Waskita Karya (Persero) Tbk. memastikan LRT Jakarta khususnya rute Velodrome-Manggarai aman dan nyaman digunakan oleh puluhan ribu orang karena telah melewati berbagai tes menyeluruh dan terstruktur.
“Bagi kami keselamatan para pengguna jalan dan pekerja adalah yang utama. Kami pun terus berkoordinasi dengan Jakpro (Jakarta Propertindo) sebagai owner proyek dalam menghadapi beragam situasi,” kata Direktur Operasi II Waskita Karya, Paulus Budi Kartiko, dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis.
Dia mengatakan, tim di lapangan memasang safety net pada sekeliling segmen girder balance, kemudian melakukan monitoring survey dan chamber secara berkala setiap hari.
Berkat langkah tersebut, Waskita mencapai 7,5 juta jam kerja selamat tanpa kecelakaan (lost time injury) selama proses konstruksi. Paulus mengakui, tidak mudah mengerjakan proyek di tengah padatnya lalu lintas Jakarta dengan ruang terbatas.
Meski begitu, perseroan merampungkannya melalui penerapan sejumlah inovasi seperti penggunaan balance cantilever di atas jalur aktif jalur layang Tol Wiyoto Wiyono dan longspan steelbox girder yang membentang di atas jalur aktif Double-Double Track (DDT) Manggarai.
Semua metode dan struktur tersebut tetap mengedepankan Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Ke depannya, kata dia, Waskita Karya siap terus mengawal penguatan konektivitas antarwilayah dan integrasi transportasi publik di kota metropolitan. Perusahaan juga terus mendorong Jakarta tidak hanya menjadi kota modern, tapi juga ramah lingkungan.
“Kami optimistis kehadiran LRT Jakarta Fase 1B akan menambah pilihan transportasi publik di ibu kota,” kata dia.
Paulus mengatakan, angkutan umum berbasis listrik ini merupakan solusi terbaik demi menciptakan udara di perkotaan yang lebih sehat, bersih, sekaligus mendukung target nol emisi atau Net Zero Emission (NZE).
Adapun proyek LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai sepenuhnya dibangun memanfaatkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp12,1 triliun.
Total panjangnya mencapai 12,2 kilometer (km), dan diperkirakan akan mengangkut sekitar 80 ribu penumpang setiap hari.
