Warga Tak Masalah Tarif Transjakarta Naik Tahun Depan, Harap Bus Ditambah

Instran.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan tarif baru bus Transjakarta (TransJ) dan Transjabodetabek akan berlaku mulai 1 Januari 2027. Pengguna Transjakarta berharap bus ditambah saat tarif telah naik.

Warga Jakarta Timur, Ranti, mengatakan dirinya merupakan pengguna rutin Transjakarta koridor 9. Dia berharap bus bisa ditambah agar waktu tunggu dan kepadatan di dalam bus bisa berkurang saat jam sibuk.

“Iya bisa tuh kalau busnya dibanyakin. Apalagi aku yang pakai koridor 9 kan bisa dibilang koridor paling sibuk kali ya. Jadi ya kalau memang mau naik harganya mungkin bisa dibanyakin juga busnya,” kata Ranti di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (11/10/2026).

Ranti berharap tarif Transjakarta tidak naik terlalu tinggi. Dia berharap tarif TransJ tidak lebih dari Rp 5.000 untuk sekali perjalanan.

“Paling Rp 5.000 ya, itu udah maksimal banget. Kalau PP (pulang-pergi) kan berarti Rp 10.000, ya udah paling segitu sih,” katanya.

Ranti juga bersyukur Pemprov DKI akan menambah golongan gratis naik TransJ menjadi 21 golongan. Dia mengatakan ibunya, yang merupakan pasien rutin rumah sakit (RS), bisa mendapatkan manfaat dari kebijakan tersebut.

“Bagus sih ini, ngaruh juga ke keluarga aku deh, kebetulan ibu aku rutin berobat ke RS buat cek darah, ada darah tinggi, jadi bagus deh kalau itu,” ujarnya.

Warga Jakarta Selatan, Alfi, mengatakan juga rutin naik bus Transjakarta. Dia juga berharap jumlah bus bisa ditambah setelah tarif naik.

“Ya kalaupun naik, harus bisa ditingkatkan lagi mungkin pelayanannya. Entah armadanya dibanyakin atau gimana. Gitu sih,” kata Alfi.

Alfi berharap tarif Transjakarta tidak naik drastis. Dia berharap tarif baru Transjakarta Rp 4.000.

“Ya kalau saya sendiri mintanya jangan naik-naik bangetlah kalaupun naik. Kan katanya emang sih 20 tahun nggak pernah naik. Tapi kalau sekadar baik Rp 4.000 juga udah naik kan hitungannya,” katanya.

Alfi juga menyambut baik rencana 21 golongan gratis naik Transjakarta. Dia menyebut UMKM hingga pasien yang rutin berobat ke RS akan menjadi yang paling diuntungkan.

“Bagus itu ya menurut saya, apalagi kalau ada keluarga kita yang UMKM buat belanja ke pasar atau yang emang rutin berobat gitu kan. Bagus sih itu,” ujarnya.

Sebelumnya, Pramono menyampaikan tarif bus TransJ dan Transjabodetabek akan disesuaikan. Dia memastikan tarif baru tersebut bakal berlaku efektif mulai 1 Januari 2027.

Hal itu disampaikan Pramono dalam sambutannya pada puncak acara Hari Perhubungan Nasional Tingkat Provinsi DKI Jakarta di Balai Samudera, Jakarta Utara, Selasa (29/9/2026). Mulanya, Pramono menyampaikan komitmen Pemprov DKI untuk memperluas cakupan penerima subsidi transportasi dari 15 menjadi 21 golongan.

“Nanti per 1 Januari kami akan melakukan perluasan, dari 15 golongan menjadi 21 golongan. Tapi dengan jujur saya harus mengatakan, 1 Januari juga akan ada beberapa penyesuaian tarif harga untuk Transjakarta maupun Transjabodetabek,” kata Pramono.

 

Sumber: https://news.detik.com/berita/d-8701709/warga-tak-masalah-tarif-transjakarta-naik-tahun-depan-harap-bus-ditambah?page=3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *